Review Novel Hujan - Tere liye

March 01, 2016


Tentang persahabatan
Tentang cinta
Tentang perpisahan
Tentang melupakan
Tentang hujan
Cuma begitu diskripsi yang tertulis di bagian belakang sampul buku tere liye berjudul "Hujan" kali ini. Nggak biasanya tere liye sok misterius. Tereliye sukses membuat saya jadi penasaran.

Buku ini baru diterbitkan Januari 2016 kemarin oleh Gramedia, tapi sepertinya sudah banyak blogger yang review. Termasuk saya.

Dalam buku yang terdiri dari 320 halaman ini, saya bertemu dengan dua sosok pemeran utama yaitu Lail dan Esok yang berada di tahun 2050. Lalu tere liye menceritakan kisahnya dengan cara penyajian cerita flashback ke tahun 2042.

Sama seperti cerita Tere liye di bukunya "Kau, Aku dan sepucuk angpau merah" dengan teorinya "jika penduduk berjumlah 7 milyar setidaknya akan ada 1 milyar kisah cinta dan akan ada 5 kali setiap detik. Berapakah kisah cinta yang terjadi dalam waktu 1 menit ? dan berapakah kisah cinta yang terjadi dalam setiap jam?"
Maka di buku Hujan kali ini tere liye membuat kita tercengang dengan jumlah manusia yang sudah mencapai 10 Milyar di tahun 2042.
“CONGRATULATION! Selamat, penduduk bumi! Kita baru saja mendapatkan bayi yang kesepuluh miliar!” 
"21 Mei 2042"
Waktu itu Lail berusia 13 tahun, terjadi bencana alam luar biasa pada saat Ia menaiki kereta bawah tanah bersama ibunya. Namun naas, pada saat penyelamatan hanya Ia yang bisa selamat itupun karena Ada Esok yang menarik tas nya. Esok juga sama, kehilangan 4 kakaknya pada saat perjalanan kesekolah. Mungkin ini jawaban dari tuhan atas banyaknya jumlah manusia di Bumi tahun 2042. Dengan di datangkan sebuah bencana besar yang mampu menggilas 2 benua. Penduduk berkurang derastis.
Dari sini, cerita ini pun di mulai.

Lail disini juga punya seorang sahabat bernama Maryam. Dengan rambut kribonya dia selalu blak blakan menyinggung lail  soal apapun. Termasuk soal kecintaannya pada hujan

"Iya, Kabar buruk. Jangan pernah jatuh cinta saat hujan Lail. Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu. Masuk akal, bukan?"

Ps : Lail, namanya mirip mirip nama saya "Laili". Jadi kadang kalo Lail dalam buku ini baper saya ikutan baper. Terlepas dari nama yang mirip, saya selalu suka cara Tere liye membuat saya selalu berimajinasi tentang apa apa yang Ia gambarkan.

Misalnya :
Di buku ini digambarkan dengan keadaan canggih di tahun 2042-2050, teknologi sudah mumpuni bahkan ada cerita mengenai "Konstruksi sipil mengalami revolusi besar. Teknologi cetak tiga dimensi membuat proses membangun rumah, gedung, cukup dilakukan komputer, kemudian mesin akan mencetak rumah dengan tingkat presisi tinggi".

Sedikit "Khayal" tapi boleh juga sih ya. Tapi saya sempet bingung , kalau teknologi sudah ada. Setelah bencana besar kenapa mereka kesusahan membangun bangunan lagi ? Eh ternyata memang anggarannya di alokasikan untuk hal lain yang lebih penting.
Ada lagi yang gak terlalu khayal menurut saya, yaitu tentang teknologi "Restoran restoran menggunakan sistem pemesanan cukup dengan menekan meja makan yang sekaligus adalah layar sentuh, memilih menu lewat layarnya itu. Dan saat selesai, meninggalkan meja , sistem akan melakukan autodebet. Selesai"

Dengan sebuah chip yang tertanam di tangan maka semua bisa dilakukan dari situ mulai dari telfon sampai bayar apapun di manapun. Saya jadi ingat sebuah film amerika th 2011 berjudul "In time" yang di perankan Mas Justin Timberlake sama mbak Amanda Seyfried. Di film itu, konsepnya juga sama ada waktu yang tertanam di tangan dan dengan waktu itu mereka bisa melakukan pembayaran apapun, kayak pepatah "Time Is Money".

Juga disini diceritakan tentang kota Lail dan esok yang dekat dengan Central Park, sebuah taman dengan air mancur. Tapi saya malah kebayang Mall Central Park Jakarta. Hihi.

Saya baru tau kalau di bagian belakang buku ini ada epilognya. Jadi buat kamu yang mau merasakan sensasi gemes sama kisah cinta anak muda usia 13 - 21 jangan sekali kali nya baca epilognya. Nanti gak seru.

ciri ciri orang yang sedang jatuh cinta adalah merasa bahagia dan sakit pada waktu bersamaan. Merasa yakin dan ragu dalam satu hela napas. Merasa senang sekaligus cemas menunggu hari esok.

Rating saya di buku ini adalah : 4/5 !
*tepuk tangaaan*


You Might Also Like

40 tanda tangan

  1. Warbiyasah *tepuk tangan*
    lail kamu nangis gak baca ini?
    kok aku nangis? apa aku nya yang cengeng?
    huwaa. :')

    sumpah si ini keren. imajinasi main banget baca ini. ga ngerti lagi udah. :')
    Lail ke IBF gak tanggal 6 nanti? ada tereliye loh, mau bedah buku Pulang. :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku nangis di awal awal malahan :')
      Gak kuku gak nana.
      Iya keren. Tapi aku rating cuma 4 karena berasa endingnya bisa ketebak hihi. Meskipun sempet dibuat gemes gemes gimana gituu.

      Aaaak mau sebenernya tapi tanggal 6 aku pas kuliah sabtu minggu. Sedih ya. Gakpapalah itu cuma sementara ini.
      Kamu dateng ?

      Delete
    2. Ih kok malah nangis nya di awal. :')
      Aku yang terakhiran. ggemes bangeete pengen meluk si esok. ;3 tapi bukan muhrim.
      SaAllah..

      InsyaAllah aku dateng. :))

      Delete
    3. wah semoga manfaat nanti ya ikut acaranya. Jangan lupa di share dib.

      Delete
  2. iya nih kalo jatuh cinta itu antara senang dan sedih datangnya gantian gitu T_T ah baper jadinya



    My Little Cream Button ♥

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan baper mbak puk puk. kalo laper.. gapapa. Obatnya cuma 1 : makan.

      Delete
  3. Belum bacaaa T.T

    Jadi ini novel ttg kisah cinta ya...

    keluargahamsa(dot)com

    ReplyDelete
  4. Uwaa kebetulan kami lagi ada tugas review novel. sayangnya beda judul, belum pernah baca novel itu soalnya. jadinya aku nge-review novel 3600 detik :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ditunggu ya reviewnya. Itu kalo gasalah yang novel teenlit itu ya ?

      Delete
  5. Baru sekilas buka buku itu kmaren di toko buku, kayaknya futuristik banget ya,omngannya tentang masa depan dan nanti penduduk bumi bakal nyampe 10 miliar dengam begitu banyak kisah diantara mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya masa depan banget. Lebih mengarah ke fiksi kak.

      Delete
  6. tere liye ini bacaannya rada berat kalo belom terbiasa ngebaca karyanya..
    aku cuma sempet baca quote-quote di beberapa bukunya.
    cukup bagus meskipun sampai sekarang masih belum tertarik membaca karyanya..
    kuatir gak kebaca sampe abis :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya rada berat. Apalagi buat hatersnya . Buerat banget. Makin banyak haters ni orang.
      Kuatir ga kebaca sampe habis . yaudah gapapa mending baca al quran ya mz hlga o:)

      Delete
  7. cieee yang namanya mirip sama si pemeran utama, btw suka bgt sama quotes yg di akhir, cukup meyakinkan nih buat beli buku ini, pinjem boleh dongggg :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya namanya mirip. 'Lail'.
      Sini sini main jakarta sis aku pinjemin hihi

      Delete
  8. Gua tahu novel ini dari blognya Dibah, tapi sampe sekarang belom kesempetan untuk baca. Duh, kayaknya emang mesti disempetin untuk baca nih kalo ngebaca review-reviewnya.

    Futuristik dan imajinatif ya, dibalut drama. Itu yang tentang chip di tangan keren juga, jadi ngga perlu repot-repot ngeluarin ini itu buat pembayaran. Yang mesin cetak juga tuh, bisa sampe untuk bikin bangunan, keren.

    "Merasa senang sekaligus cemas menunggu hari esok" aih, mantap :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah si dibah nya GER CEP. Aku baru -di-beli-in bukunya, eh doi udah ngereview. Kan kampret ya.

      Futuristik, imajinatif, di beberapa point lebih ke fiksi.

      Iya mantap itu kata katanya.

      Delete
  9. 320 page yaa.. Tapi bikin termehek2 yaaa. Aku mah blm baca iniii, Tere Liye buanyak bgt bukunya, mantep..poinnya hampir 5 yaah lukk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya cuma dikit kok kak uciig .. tp banyakan dikit dibanding buku novel nya dilan.

      Delete
  10. Em... Aku sejujurnya gak terlalu tertarik sama gaya tulisan Tere Liye. Entah kenapa, buat aku, gayanya agak "terlalu". Dan kukira cuma aku, tapi ternyata teman-teman penggiat sastra lain juga setuju. Di luar itu, banyak sekali orang-orang yang suka dengan beliau. Dan ini entah sudah postingan ke berapa yang kubaca bahas buku yang sama. Ya, seperti pada keyakinan paling murni tentang tulisan: setiap tulisan selalu ada pembacanya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dia makin banyak hatersnya sis. I see. Hihi.
      Aku sendiri juga gemes kadang ih.

      Yup. setiap tulisan selalu ada pembacanya.

      Delete
  11. Suka banget sama quote di image atas itu. Mbak Laili sudah merasakan belum? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang mana mba ? soal yang menerima itu ya ? alhamdulillah sudah :D

      Delete
  12. Aku baca terakhir bukunya Tere Liye adalah Bulan dan satunya Rindu. Entahlah, kesukaan orang beda-beda hehehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rindu. Menurutku biasa aja.
      Tp aku paling suka cerita soal nenek sama kakek diatas kapal nya itu. Wah.. Relationship Life goal itu.

      Delete
  13. kemaren di Gramed selintas liat, cmn harus mendahulukan permintaan si kecil. nice share mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku dongeng ya ? hihi aku dulu juga suka sama cerita di buku dongeng

      Delete
  14. Ulasan yang menarik mbak jd penasaran saya novelnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih buku ini bisa di gramedia atau toko buku online ^^ *siapa tanya* haha

      Delete
  15. wah BAng Tere LIye sudah bisa menggambarkan teknologi modern tahun2 mendatang ya melalui buku ini

    ReplyDelete
  16. Oke saya baca seluruhnya. Lalu hubungan dengan Hujan apa toh, Mba? ehehe cmiao

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh sebenernya ada quotesnya tentang hujan sih. Nanti aku masukin deh hihi

      Delete
  17. Pengen beli..

    Dan gue gak habis pikir sama orwng2 yg tadi ngebully TERE LIYE di sosmed hanya karna kesalahan kecil, karna kesalahan kecil itu mereka melupakan karyanya.

    Dsn untuk review ini, gak mau banyak komentar, yg pasti ini buku wajib beli.

    Sorry curhat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaemang lagi kena kasus ini bang tere ini. Terlalu sotoy kadang statusnya menurutku. Meskipun buku bukunya bagus, aku kurang suka sama status status atau notes di fb nya yang selalu memojokkan kaum kaum ter tentu.

      Btw kenapa kamu kalo komen di blog ku selalu double begitu ?

      Delete
  18. Baru sekali baca buku tere liye, dan langsung tertarik sama bukunya yg lain. Mungkin Hujan bakal ada di kamar gua sebentar lagi. Doain biar gak banjir.

    ReplyDelete
  19. Iya ih bener jadi inget 'In Time' banget kalo kayak gitu mah XD
    Hahaha namanya mirip banget sih cuma beda satu hurup doang, nggak salah kalo baper kak XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu juga udah pernah nonton film In Time ?
      Hahhaa iya gak ada yang salah, aku kan cewe fir.. Women always right katanya.

      Delete

Tanda tangan berupa ketikan komentar di perbolehkan. GRATIS! ^^

Entri Populer

Challenge

Mau Liat Post yang lain?

@khoirurosida on Instagram