Review Film Eye In The Sky (2016)

April 17, 2016


Eye In the sky. [Menurut IMDB Ratingnya 7,8 out of 10]
Setelah menonton film ini, ternyata saya gemas untuk menulis sebuah Review Film Eye In the Sky Versi Indonesia.

ps : Review ini di tulis secara personal, pakai bahasa sehari hari jadi jangan dikira mau review kayak pereview film yang handal ya! :) 

 ***** SPOILER ALERT! *****

Film yang bergenre "Thriller War Drama" ini di Rilis di Indonesia Tanggal 15 April sama kayak tanggal Rilisnya di UK (Menurut IMDB). Saya termasuk GerCep (Alias Gerak Cepat) kan buat nonton?. 
Iya kali.
Saya Gercep, karna di Trailer nya ada sang mendiang Alan Rickman jadi saya bertanya tanya "Inikah Film Terakhirnya beliau sebelum dia Wafat?"


Intip Trailernya sebentar di :


Pokoknya trailernya keren banget.

Kalau dari trailer? apa yang ada dalam pikiranmu?

Mungkin kamu berpikiran tentang sebuah peperangan. Namun yang terjadi bukanlah peperangan pada umumnya yang identik dengan ledakan, baku tembak, darah mengalir dimana mana, scene yang terlihat sangat cepat dari aksi satu ke aksi lainnya. Jika kamu mengharapkan hal hal yang seperti itu, mungkin kamu bakal patah hati setelah menonton film ini.

Diceritakan bahwa Film ini adalah film yang berkaitan dengan terorisme. Tentang misi pengintaian teroris menggunakan drone di sebuah rumah perencanaan teroris di Kenya, lama lama tim dituntut untuk membuat kemungkinan drone berbentuk kumbang berada di posisi terdekat dengan tersangka, agar jelas video dapat menangkap wajah si teroris sehingga tidak menyebabkan salah komando.
Komandonya sendiri dilakukan di London, inggris oleh Col. Katherine Powell (diperankan oleh Helen Mirren), kemudian keputusan komando ada di tangan Lt. Gen. Frank Benson (diperankan oleh mendiang Alan Rickman) yang sedang di daerah bernama Cobra bersama seorang PM (Prime Ministry) serta dua staff penasehatnya yang ditengah tengah film malah beradu pendapat, sialnya kedua pendapat ini sama sama ada benarnya. Sedangkan tim pelaksana serta penembak misil ada di USA Amerika, diperankan oleh sang penembak misil (Steve Watts diperankan oleh Aaron Paul) dan pengawas sensor (Carrie Gershon diperankan Phoebe Fox).

Setelah 6 tahun tim mengintai teroris ini, dan kemudian sekarang ada diposisi terdekat untuk menangkap mereka, sekarang tim komando malah mengalami ke-galau-an yang luar biasa.
Dua penasihat yang ada di sebelah Prime Ministry tidak membantu sama sekali, justru bikin sebel karna pendapat keduanya ada benarnya juga. Dua duanya benar.
"This is operation to capture, not kill"
Ada beberapa alasan yang membuat keputusan lama di ambil, dengan pertimbangan menembakkan misil ke sebuah rumah perencanaan teroris itu bagaimana jika warga sipil setempat terluka?
dan lain sebagainya. Keputusan tak kunjung ada jawabannya hingga film lewat dari 1 jam lebih, di ulur ulur, keputusan di lempar ke sana sini, padahal terorisnya keburu pergi dan malah bisa membahayakan orang banyak jika ia beraksi di tempat ramai. Namun, memang ada satu hal yang membuat hati para orang orang itu galau untuk mengambil keputusan dengan segera.

Hingga pada akhirnya, ketika keputusan itu di ambil, sang penasihat PM kecewa dengan keputusan itu, karna menganggap mereka tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya di tempat kejadian, karna mereka hanya melakukan komando dan menunggu. Lalu sang mendiang alan rickman dalam film tersebut berkata :
 “Never tell a soldier that he does not know the cost of war.”
— Lt. General Frank Benson

Jangan anggap tentara tidak tau resiko perang.

Penasaran?
hmm. Mending nonton sendiri.
Atau berdua deh nontonnya.

Banyak yang menggap Film ini bagus, Ratingnya tinggi dimana mana. Tapi , dengan durasi film 1 Jam 42 Menit dengan cerita yang begitu begitu saja, sepertinya saya akan gemas mempercepat film ini agar cepat selesai kalau saya nonton di laptop.

Karna setelah dibuat deg degan berjam jam ternyata endingnya cuma.. gitu.
Jadi saya memberikan Rating

RATING : 5/10


Masih penasaran gak? Coba ditonton, kalau rating kita berbeda, mungkin selera per-film-an kita memang berbeda. 

You Might Also Like

35 tanda tangan

  1. Maafin aku ya, aku nggak terlalu suka film dengan genre war sih.
    walaupun dari review kamu kelihatan bikin penasaran. Kenapa tu para penembak malah bimbang dan eyel2an perihal penangkapan terorist.
    Masak CT labil sih ?? Hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. HEHE bukan labil, tapi karna memang banyak yang harus di pertimbangkan

      Delete
  2. Kalo pake teroris beneran baru greget nih film
    Hemmm kenapa lama banget y ngambil keputusannya? Kalo lama gitu mending tanya pak sutradanya
    Doikan tw tuh teroris mw kemana lagi apa sedang apa

    Penasaran?
    Mending nonton sendiri
    Yah kalo mau nontonnya berdua emang ga boleh ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teroris beneran gimana ya maksudnya ?
      Boleh kok, kalo punya temen yang bisa diajak nonton

      Delete
  3. Ini film tentang pengintaian, bagaimana mereka memutuskan jika perang adalah opsi terakhir. Bagi pecinta genre War, aku rasa ini salah satu film yang harus ditonton.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sok di tonton, nanti bikin reviewnya ya kak rullah :D

      Delete
  4. ini filmnya mirip-mirip london falen itu ya, keren, baru liat thrailernya udah pengin banget nonton ini, ah elah :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut ku lebih bagus London Has Fallen tau. Dulu mau review eh ga sempet, mau nulis sekarang eh kayanya udah telat hahaa

      Delete
  5. Whoaaaa ini film memang lagi rame-ramenya dibahas ya. Aku belum ada nonton. Huhuhu. Katanya ini film tentang peperangan yang keren banget. Di distopiana.com ratingnya 5/5. Mungkin soal selera ya.

    Auranya nggak diciptain lewat banyaknya ledakan, tembakan, apa segala macem. Tapi cuma lewat dialog. Iya gitu ya, Li?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia ca, aku juga baru liat disitu haha. Itu lok bisa 5/5 ya ratingnya. bener bener, mungkin selera film ku yang rendahan apa gmn ya haha. Tp kan selera emang relative
      Iya banyak dialog di tempat yang berjauhan dan terkesan banyak menunggu

      Delete
  6. Yah, endingnya nggak jebret ya mbak? Masak tim pemberantas teroris malah galau mau buat keputusan. Kurang latihan kayaknya :D
    Trailernya keren banget. Sayangnya di ceritanya pake teroris islam. Gue jijik kalo ada kayak gitu. Kalo dibalik, terorisnya orang Inggris, gue pasti nonton..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teroris nya islam sih, dari orang muallaf kemudian menjadi fanatik.

      Delete
  7. trailer nya kere laill. :3
    masa iya endingnya kurang greget sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya coba nonton deh, terus koreksi review ku ini kalo ada yang salah haha

      Delete
  8. Mau coba nonton ah kalau sekarang sih belum berani bilang film ini bagus atau nggaknya hehehe. ^_^

    ReplyDelete
  9. kayaknya sih seru, ini film yang di bahas bang bara kemarin di twitter, pengen nonton sih tapi mager hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bernard batubara ? whaaa.. tonton laah tontoon

      Delete
  10. keren nih reviewnya li . walaupun gue blm nntn, gue langsung tertarik dengan review dan trailernya. apalagi kemaren gue liat tweet joko anwar ttg film ini. kayaknya emang wajib di nonton

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe tapi aku nggak pro itu ke film ini, rating ku jelek. Sok di tonton terus di review yak :D

      Delete
  11. saya suka film2 thriller kayak begini
    penasaran jadi pengen nonton

    ReplyDelete
  12. saya belum nonton, baca reviewnya dulu di sini
    ternyata tentang teroris

    ReplyDelete
  13. Ratingnya segitu aja luk? Hihiii aku blm nonton. Suami yg udah, nonton sendirian dia penasaran :)) aku ngga suka yg genre bginian, sukanya cinta2an :))

    ReplyDelete
  14. klo action barat, aku ga terlalu ngikutin li
    paling ngecek dulu ada bintang populernya ga
    di sini keknya alan rickman ya yang jadi bintangnya'
    sayang ratingnya 2,5 dari 5 mungkin bahasan filmnya terlalu beratkah??

    ReplyDelete
  15. Ampun deh Lel, kamu anak film banget :D aku bahkan lupa kapan terakhir update film terbaru wkwkwk masih penyuka upin-ipin dilayar kaca sih :'

    ReplyDelete
    Replies
    1. halah kamu juga sekarang makin pro gt review filmnyaaa cie ciee

      Delete
  16. wah kenapa mesti teroris nya orang islam saja , memang agama lain enggak ada ya ? ini namanya pelecehan agama

    ReplyDelete
  17. mf sblumnya soal komen yg telat bgt ini..hehe

    mnurutku,ini film sgt jauuuuh dr kata jelek ataupun mmbosankan.mgkn selama ini otak kita udh diracuni dgn film2 perang ala2 rambo,pearl harbour yg promosinya heboh namun ceritanya MEH..
    film ini mnurut sy bnr2 mnyajikan thriller/drama yg INTENS selama tyng dan itu mmbuktikan bhwa utk mmbuat adrenaline kita melonjak,tdk perlu adanya adegan2 tembak2an dan ledakan disana-sini (cukup hanya lewat dialog2 dan akting berkelas dr para bintang2nya)

    dan utk LONDON HAS FALLEN,sorry saya hrs bilang film itu slh satu film terburuk yg pernah saya tonton (C'MON masa ngebunuh para pemimpin negara lain segitu gampangnya) dan y kamu benar bhwa selera org thd sebuah film itu relatif tapi utk lbh gampangnya mgkn kamu bisa liat rating kedua film itu di Imdb.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah thank u for the comment ^^ selera orang emang beda kan yah :D

      Haha iya london has fallen bagus scara action dan editingnya tapi ceritanya nggak bgt sih ihhiw

      Delete
  18. Saya telat nonton film ini. Bisanya hari ini. Saya akui film ini keren 7/10.

    ReplyDelete

Tanda tangan berupa ketikan komentar di perbolehkan. GRATIS! ^^

Entri Populer

Challenge

Mau Liat Post yang lain?

@khoirurosida on Instagram