#30haribercerita Migrasi dari instagram 1/30

January 01, 2017

Basicly, saya tipe orang yang suka hapus hapus foto di Instagram kalau tiba tiba saya berubah pikiran jadi nggak suka sama fotonya, atau nggak suka sama captionnya. Padahal ya... foto dan caption itu rata rata saya buat sendiri. Sayangnya foto saya di instagram akhir akhir ini adalah foto yang diikut sertakan dalam ajang @30haribercerita. Kalau dihapus, nanti ada cerita saya yang kehapus juga. Tapi gimana dong? saya kadang sedih liat instagram berantakan karena saya upload fotonya asal asalan. Asal nemu foto, langsung pasang aja. Hahhahaa.

Jadi...
Sekarang.
saya berniat memindahkan cerita cerita instagram itu kesini, ke blog ini.
Supaya juga dapat terdokumentasi dengan baik. *tsahh.
Supaya siapa tau kalau lagi bete bete hapus hapus foto di Ig, maka cerita mini @30haribercerita itu masih tersimpan disini.

Semoga kalian berkenan ya wahai pembaca pembaca blog yang tak kutau apakah kalian setia? *eaa.


1/30 Januari 2017 - Tahun Baru





Yang paling saya minati dari project @30haribercerita ini adalah tentang jurnal harian mini.


Hari pertama di tahun 2017 ini, saya lewati dengan bantu bantu Ibu nyuci dan jemur pakaian di balkon rumah dilatar belakangi suasana kembang api yang meledak ledak.
Ciuuuut.. dorr.. dorrr... Ciuuuut... dorrr.. dorrr...

"Selama ada tenaga, waktu, dan belum ngantuk, maka selesaikanlah pekerjaanmu sekarang, jangan di tunda besok besok", kata ibu.

Yha ibu nyuci baju tengah malem gaes. Demi apa? demi tetap ada baju bersih yang bisa dipakai sama Ayah dan baju bersih yang bisa dipakai sama Ibu untuk ngajar. Itu semua karna Ibu sudah berhari hari nggak nyuci, harus jaga ayah di RS. 

Dan di tahun baru ini pun alhamdulillah Ayah sudah dirumah kembali, melewati tahun baru 2017 dengan tiduran aja karna pemulihan pasca operasi. Yaa sama sih kayak taun taun sebelumnya, karna beliau ndak suka acara acara tahun baruan.

"Enakan turu", Kata Ayah. (Dalam bahasa indonesia artinya "Lebih enak tidur" daripada melewati tahun baruan niup niup terompet menembus kemacetan kota).

Sementara saya dan Ibu jemur baju, Ayah saya tidur, adek keponakan tiba tiba bangun dan nangis karena kaget dengan suara kembang api yang ledakannya bersaut-sautan. 

Btw, Sebagai warga negara Indonesia yang tinggal di desa, saya bangga karena ada aja warga yang RELA ngerogoh kocek demi bikin pertunjukkan kembang api untuk warga desa yang pasti ogah ogahan jalan ke kota cuma buat liat kembang api. Lumayan, hiburan. 

Jadi, tengah malem tanggal 1 januari waktu itu banyak bapak ibu dan anak anaknya yang sengaja keluar rumah liat kembang api dihalaman masing masing. Kami saling sapa, karena tak ada pagar tinggi di antara kami. Ya inilah enaknya hidup di desa. Saling mengenal tetangga, keadaan yang jarang dialami kalau tinggal di perumahan berpagar tinggi di perumahan kota kota

Di sisi lain, kalo ada nyalain kembang api di kampung ternyata jadi berisik juga ya 😂 
(Istilah kembang api berisik ini berlaku untuk orang orang yang berkata sama seperti Ayah saya, enakan turu ditahun baru. Juga untuk adek adek yang takut suara kembang api seperti keponakan saya)
#30haribercerita #30hbc1701

***

Hari itu belum ada tema tertentu. Jadi saya benar benar curhat tentang hal yang saya alami hari itu.
Ps : Foto kembang apinya minjem dari Bos saya, karena saya ga keluar kemana mana dan ga sempet foto kembang api *karena sibuk jemur baju*.

You Might Also Like

2 tanda tangan

  1. Bener kata ayah kmu li'. Lebih baik tidur.
    Kmarin saya tahun baru nya juga dirumah. Sendiri. Sepi. Dan membusuk. Haha.
    Kata mama kmu juga benar. Selesaikan pekerjaan mu selagi masih ada waktu kosong. Gokil. Wlaupun cuci bajunya dimalam hari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahha sedih banget. membusuk :D

      Iya gokil. Aku kalau nyuci baju malam hari biasanya sung masuk angin haaha

      Delete

Tanda tangan berupa ketikan komentar di perbolehkan. GRATIS! ^^

Entri Populer

Challenge

Mau Liat Post yang lain?

@khoirurosida on Instagram