Trip to Pahawang via Open Trip - Day 1

May 19, 2015

Jika tak ada lagi yang ingin kau tulis, berarti kau menutup diri pada dunia maka bepergianlah lalu akan ada saja hal yang bisa kamu bagikan lewat tulisan
joss gak tuh quotesnya haha

Seminggu sebelum  tanggal 1 mei, ada salah satu temen yang ngajak saya buat mengisi acara di tanggal merah, kebetulan tanggal merah yang jatuh pada tanggal 1 mei ini adalah salah satu tanggal yang begitu mencolok diantara tanggal berwarna hitam dan tanggal merah di baris atau kolom hari minggu, pada umumnya. Iya berbeda, karena dengan merahnya tanggal 1 mei itu artinya, saya bisa dapet long weekend. Long weekend cuy, masa mau tetep di kantor aja sih hihi



And then, we decided to go to lampung. Pahawang exactly. Saya ikut semacam opentrip dari link indonesia bagpacker, click it and you will fall in love with the rundown by ladita travel and tour!
Ngga usah mikir panjang kita bayar DP karena setelah membandingkan dengan yang lain, rundown mereka yang paling lengkap. Paling menggoda.
hihi, Tapi.. Nanti dulu deh cerita soal ladita tour nya, sekarang mau cerita soal traveling saya kali ini aja dulu ya.

Saya berangkat hari kamis malam tanggal 30 April sama temen kantor saya yaitu Bang do, Mas To'at dan Teh nisa sekitar pukul 7.30 Malam. Kita berangkat dari dari kosan kita daerah joglo, ke kebon jeruk depan RCTI. Ternyata saya baru tau kalo di kebun jeruk ada terminal -semacam terminal bayangan, karena bukan terminal resmi-. Dari kosan ke terminal bayangan ini cukup dekat, kita bayar  taksi sekitar 30 rb rupiah. Menurut teman saya -Sebut saja Teh nisa, yang kampung halamannya asli lampung-, di hari biasanya terminal bayangan itu ga serame hari itu, semua bis ke arah merak penuh. Kita baru naik bis tujuan merak sekitar pukul 08.15 malam, itu pun sudah ada banyak yang ga dapet kursi alias berdiri. Saya sama mbak nisa, nggak mau berdiri sepanjang perjalanan dengan bawaan tas yang, oh beratnya. -Btw jangan tanya saya bawa tas apa, karena dikala yang lain bawa tas punggung ransel nyaman itu saya justru bawa tas lengan garis garis putih sama pink oleh oleh dari dari pacar *ecieee punya pacar*- .

Saya sama Teh nisa duduk di depan kaki penumpang paling depan -alias membajak space jalanan masuk sebelah pintu pas, sebelah kondektur- . Nah ini nih yang aneh bin ajaib, ketika kita duduk di kursi yang sebenernya bukan kursi, Saya sama Teh nisa sempet tidur pules, puless sampe leher sakit. Tapi pas udah deket sampe merak sekitar jam 10 kita dapet tempat duduk, mata kita malah melek lebarr dan gabisa bobo lagi. Kita duduk di kursi yang beneran kursi cuma sejam karna jam 11 pas kita alhamdulilah nyampe pelabuhan merak. Ohya tiket naik bis ini kita cuma kena 30 rb rupiah per orang.



Sesampainya di meeting point pelabuhan merak, kita nungguin temen temen dari rombongan yang lain. Karena ini open trip maka kita pergi ke pahawangnya ga cuma berempat, tapi barengan sama rombongan yang lain, gitu. -gausah di jeleasin bisa keless- hihi. Selama menunggu di pelabuhan merak, banyak hal yang kita lakukan bersama, mulai dari duduk duduk bersama, foto foto bersama pake go pro minjem sekalian testing, sampai gantian pergi ke toilet -karena ini bukan hal yang bisa dilakukan bersama- oke. Akhirnya jam 2.00 Pagi kita berangkat naik kapal barang  bernama Nusa Dua bareng pemandu kita yang namanya Pak Aa', namanya emang pak Aa', ini bukan panggilan romantis loh.
Pas masuk ke kapal ini, zonk bangetlah. Tempat duduk sudah penuh semua, tempat lesehan sudah penuh semua. Pun juga tempat yang ber-ac dengan bayar 10.000 tambahan, sama penuhnya. 10 Menit pertama, kita duduk di luar, di jalan biasa orang lalu lalang. Niatnya sok romantis mau liat bulan, malah jatuhnya jadi sok kuat karena lama lama adek kedinginan bang. Jadi kita pindah tempat, nyari tempat yang hangat -bukan mencari kehangatan- wkwk




Dengan bersandar di tas ransel yang bertengger di jalan depan kursi penumpang milik orang yang entah siapa namanya dan entah bagaimana rupa wajahnya, saya merasa bahwa saya akhirnya menemukan tempat terbaik untuk tidur lesehan -yang kebetulan tempat lesehan waktu itu yaa adanya cuma itu-, 10 Menit saya baru memejamkan mata, jeng jesss ada suara dangdut atau semacam elektone gitu. Mereka baru mulai konser *saya meringis manis, kemudian menangis huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa*

"SELAMAT MALAM BAPAK IBUU, KALAU TERGANGGU SILAHKAN PINDAH KETEMPAT YANG LAIN YAA"

songong banget kan mereka, iya sih mereka kerja juga sih tapi kenapa harus malam itu waktu bobo malam cantik. hahaa. Eh tapi ajaibnya, meskipun ramai begitu, saya tetap tertidur lelap -ini bikin bang do, mas to'at dan mbak nisa heran sama saya-. Sama, saya juga heran.

Kita sampai di pelabuhan bakauheni Tanggal 1 Mei pukul 4.30, dan dengan muka yang masih muka bantaaal kita jalan menuju mobil travel yang sudah include dengan travel tour kita tadi, ladita tour. Kita kenalan sama supirnya, namanya pak Edi. Sempet sih minta nomor hapenya kalau kalau nanti ke lampung lagi boleh kok sewa mobilnya beliau, tapi kemudian nomor hapenya hilang hihi. Lucunya pas perjalanan dari bakauheni ke dermaga ketapang ini, ada satu orang yang tertinggal di rombongan kita namanyaa mas Tito. Hahaa. untung Doi di jemput sama Aa'. Fyi, selama perjalanan ini, saya melanjutkan bobo yang sempat bersambung, karna saya lihat pemandangan kanan kiri jalan pun pusing. psst ada jerawat guede di hidung, jadi bukan pemandangan yang saya liat tapi malah jerawat saya, kan salah fokus. Perjalanan dari pelabuhan bakauheni ke dermaga ketapang memakan waktu sekitar 2,5 jam dan kita sampai di ketapang pukul 8.00 Pagi 1 Mei 2015. Langsung ke kamar mandi buat melepas pipis yang tertunda, sekalian cucimuka tapi gausah cuci badan karena sebentar lagi mau lansung snorkl. Tak lupa sarapan pagi include dari our beloved Ladita Tour.

Sudah makan, Selfie dulu bisa keleeeeeeeeees!! cheeeeeeeees!

saya, dengan tas garis garis pink - putih kesayangan - di dermaga ketapang. Fyi saya belom mandi

If selfie is irritating, then I'll give you the grop-fie one

dari kiri : temennya mbak eno, mbak eno, teh nisa, aku, bang do, mas to'at

Perjalanan dari dermaga ke tempat snorkling yang pertama membutuhkan waktu kira kira sejam, dan sebelum sampai di tempat snorkling yang pertama saya di bawa mampir dulu ke pulau kelagian lampung, saya ga ngerti maksudnya apa di bawa kesini ternyata mau ambil pelampung karena ada beberapa temen dari rombongan yang belum kebagian.

indonesia memang indah


bosen nunggu, sksd sama anak anak kecil disana


group-fie lagi. ntah lah ini kenapa kelihatan lebih kece, apa karna ada cece cece di dalam foto ini? hihi

Setelah lengkap, kita menuju tempat snorkling pertama pukul 10 pagi, entah tempat itu namanya apa saya tak tau, saya tanya pak supir nya pun tak tau, saya mau tanya masinisnya tapi ternyata saya ngga naik kereta apalagi mau nanya pilot, pesawatnya mau landing dimana ? 

well tempat snorkling pertama sedikit mengecewakan karna ngga ada bagus bagusnya.


Di spot snorkling yang pertama ini,  saya ga punya foto underwater dong. Sedih. Gelap sih. haha. Alibi aja, teh nisa dapet kok foto underwater bagus, itu foto yang di atas tuh.


dilihat dari rundown, snorkling kita udah telat. Hilanglah itu katanya mau ke pulau tegal, pasar timbul, pulau mahitam. Emm mungkin kita tadinya snorkling di pulau pahawang besar kali ya? entahlah saya tak tau. Biarkan menjadi misteri hihi.

Untuk check in home stay alias penginapan alias rumah warga untunganya ga telat telat amat karena kita sampe jam 12 an. Kemudian antri bilas ecek ecek, dan makan siang. Fyi, di rumah warga kalo siang hari colokannya ga akan bisa di pakai. Beruntunglah kalian yang bawa power bank minimal 10000 mAh untuk segala gadgetmu.

contoh rumah warga yang saya tinggali, yang punya waktu itu namanya ibu surti *semoga aja namanya bener*

Kita istirahat di sini sampe pukul 2 sore,  kemudian kita naik kembali ke atas kapal dan berangkat snorkling lagi entah kemana, ga di jelasin dan ga di kasih tau, baru sampe spot snorkl sekitar jam 4 hampir setengah 5, kita snorkling lagi sampe hampir senja pokoknya.



Saya heran, kenapa snorkling sore sore. Air laut udah hampir gelap. Ruwndown ga cocok lagi dan lagi, spot cukuh bedil engga ada, pulau pahawang kecil juga engga. Once again, saya ga dapet foto underwater yang bagus. Dan terumbu karangnya juga ga begitu bagus, ehee. Kecewa Dua Kali hari itu.


Hunting sunset ? boro boro mataharinya dimana, kitanya dimana. ga kelihatan, positif thinkingnya sih mungkin waktu itu cuaca lagi mendung.

"Kok kita kayaknya cuma nyewa perahu, lalu di ajak muter muter gitu ya" - Kata salah seorang penumpang kapal kecil kami.

Balik lagi ke homestay rumah warga sekitar pukul 6 - 7 sore, lama di jalannya dari tempat snorkl yang tadi ternyata biasa aja -lagi-. 

But after we're taking a bilas,kita di ajak untuk melihat pertunjukkan tari tradisional (Tari sembah, tari bedana, Tari Zapin) yang gerakannya ga banyak tapi tetap anggun. Ternyata di bawakan oleh siswa sana. Hebatnya, seluruh kursi tidak di duduki warga sama sekali, mereka mungkin memperuntukkan kursi kursi itu untuk para pengunjung dan mereka mungkin juga udah sering melihat pertunjukkan ini, Eh gabiasanya lho ada pertunjukkan kayak gini, sayangnya hape saya gabisa merekam indahnya tarian tarian tradisional itu, but at least kita bisa nonton.



foto sama penari

Setelah acara selesai kita kembali ke penginapan, harusnya ada acara barbeque tapi ternyata kita disuruh nunggu aja di homestay. Jam 9 - 10 an ketika yang lain pada bobo, (saya, Kris, mas Toat, teh nisa, dan bang do minus Dhimas yang anti makan ikan) akhirnya menyerbu ikan hasil barbeque an itu, sekitar 15 - 18 ikan habis kita lahap malam itu. Tanpa rasa takut gemuk, kemudian kita bobok masing masing. haha.


i call it a random fish, cause I dont know what the name is.
but overall, enak cekelesss hihi

Kalau ada yang tau itu ikan apa, plis kasih tau saya. Comment di bawah ya!

Tulisan untuk hari kedua sudah bisa baca di sini - > Pahawang Via Open Trip - Day 2


You Might Also Like

3 tanda tangan

Tanda tangan berupa ketikan komentar di perbolehkan. GRATIS! ^^

Entri Populer

Challenge

@khoirurosida on Instagram