Salah kaprah tentang TLD (Top Level Domain) - Belajar SEO

November 01, 2018

Selama ngeblog, ada satu hal yang tanpa sadar saya lakukan terus menerus yaitu BELAJAR. Salah satu hal yang saya pelajari (tapi tidak terlalu dipikirkan sampai pusing) adalah tentang SEO (Search Engine Optimization). Bicara tentang SEO, ternyata sudah lewat setahun yang lalu saya sempat membahas Ngopi Cantik - Belajar SEO diblog ini. Sesi ngopi cantik via Whatsapp itu diadakan oleh Beautiesquad, dan narasumbernya adalah founder Blogger Perempuan yaitu mbak shintaries. Pembahasan SEO waktu itu adalah tentang poin poin penting mengenai Apa itu SEO? dan mengenai teknik-teknik SEO. Tak jauh jauh dari situ, ada satu lagi bahasan SEO yang menarik yaitu tentang Top Level Domain (TLD) yang sering ditanyakan oleh teman teman.

Photo by Arnel Hasanovic on Unsplash

Kurang lebih teman teman yang ketemu sering nyeletuk begini :

"Blog kamu keren ya sudah dot com ! Gimana tuh caranya? "
"E blognya udah dot.com cieee, kok bisa sih?"

Hehehehe.
Sebelum saya beli fitur custom domain di IDWebhost, sebenarnya blog bawaan dari blogger juga blogspot.com kali. (Belakangnya udah dot com gitu).

Saya ketawa lebar sambil bingung mau jelasin gimana karena kalau dijelasin sepintas itu rasanya kurang. 

Nanti lain kali kalau ada yang nanya ataupun nyeletuk kayak diatas, mungkin saya akan langsung sodorin posting blog yang ini aja biar cepet beresnya.

Jadi, apa itu TLD ?

Sebelum bahas TLD, saya mau analogikan dulu bahwasannya setiap halaman/page yang kita akses di Internet itu sebenarnya punya IP Adress. Bahasa mudahnya IP Adress adalah Alamat rumah versi anak IT, biasanya strukturnya seperti ini : 74.125.24.132.  

Ilustrasi Alamat website = Alamat Rumah
Photo by christian koch on Unsplash

Jika halaman/page yang ada di internet itu diibaratkan rumah, maka setiap rumah itu tentulah butuh alamat agar mudah untuk dikunjungi. Lha kalau tiap mau main ke suatu halaman harus ingat IP adressnya, bisa kesasar kan kalau lupa salah satu digit/angkanya. Yang ada nanti malah salah kasih alamat palsu lagi duh.

"Ke sana ke mari membawa alamat, Namun yang kutemui bukan dirinya, 
Sayang~~~~ yang kuterima alamat palsu~~~~~"

Maka dari itu, supaya tiap tiap halaman tadi dapat diakses dengan mudah bukan menggunakan IP Address, muncullah nama domain.

Nama domain sangat penting untuk seorang blogger misalnya yaitu :
1. URL lebih pendek (Lebih mudah diingat)
2. Personal Branding atau Lebih ke Blog Branding (Bisa disesuaikan dengan niche blog)
3. Kesempatan diterima Google Adsense lebih besar
4. Lebih terlihat profesional karena.. (nanti dijelaskan lebih lanjut)

Lebih jauh tentang nama domain. Untuk menghindari ambiguitas, mari kita bahas pemahaman yang lebih jelas mengenai beberapa istilah yang akan saya sebut sebut dalam posting ini yaitu TLD, SLD, Subdomain, dan Hosting.

(TLD)
Top Level Domain adalah segmen terakhir dari nama domain (setelah titik atau dot).  Top Level Domain yang paling umum digunakan adalah ‘.com’ namun sebetulnya banyak juga yang lainnya seperti ‘.net’ , ‘.co’, ‘.biz’, ‘.org’, ‘.me’ dan lain lain tergantung kategori halaman, jenis usaha, negara asal, apakah suatu situs merupakan milik pemerintah, website sekolah, organisasi, atau lainnya.

Google pernah membuat pernyataan dalam Google's handling of new top level domains, bahwa google melakukan pemerataan alias perlakuan yang sama terhadap semua TLD di dunia ini. Mau itu org, biz, me, net, bahkan com itu sama saja perlakuannya, tidak ada yang istimewa. Lantas hal ini membuat saya bingung.

LHA UDAH KELUARIN UANG BUAT CUSTOM DOMAIN MASAK NGGAK NGARUH SIH CEU?
*elus elus dada
*dada ayam

Setelah mengontrol emosi dan baca sana sini, ternyata memang kalau TLD itu ya enggak ngaruh sih emang. Mau .com, .net, .me apapun itu emang nggak ngaruh sister.
Yang ngaruh adalah di SLD nya.
Apa tu SLD ?

(SLD)
Second Level domain adalah nama domain yang biasanya bisa disetting atau custom domain kalau kita beli misalnya di IDWebhost seperti saya.

http://www.khoirurosida.com

Untuk URL situs ini "khoirurosida" adalah SLD, alasan saya memilih nama ini adalah karena saya tidak tau niche blog saya apa. Jadi saya narsis alias personal branding saja dulu pakai nama.

Dan berikut adalah gambarannya untuk  http://www.example.com


Source :
https://halfelf.org/2012/subdomain-vs-domain/

Jadi ceu, kalau mau ningkatin SEO (Search Engine Optimization) maka pilihlah SLD yang tepat.
Misalnya kalau nihce blognya tentang beauty beautyan, pakailah SLD yang ada beauty beauty nya.
Misalnya kalau niche blognya tentang traveling, pakailah SLD yang berbau "Pejalan, tukang jalan, traveler, dan lain lain"
Di SLD ini lah, kita bisa melakukan personal branding atau blog branding.
Di SLD ini lah, blog kita bisa lebih dikenal.
Bukan .com nya, bukan TLD nya sister.

Sampai sini semoga sudah paham ya?
Kalau belum paham.

*coba elus elus dada
*dada ayam



Oh ya, biasanya kalau diblogger ketika beli custom domain, itu artinya kita beli alamat fisik baru. Namun sebetulnya, kita masih tinggal dirumah yang lama.
Yha, bisa dibilang custom domain = alamat palsu juga sih.
Tapi meskipun alamat palsu, seenggaknya dimata orang lain kita udah kayak punya alamat sendiri kan. Biar terlihat profesional, mending mana?

Sealamat sama rumah mertua? atau pura pura punya alamat rumah sendiri (tapi kenyataannya masih tinggal sama mertua)?

 ilustrasi : punya rumah sendiri
Photo by Cosmic Timetraveler on Unsplash

Saya sih, pencitraan lebih penting, biar lebih keliatan profesional katanya. Jadi kalau ditanya gitu tadi saya lebih memilih pura pura punya alamat rumah sendiri (tapi kenyataannya masih tinggal sama mertua).

Setau saya kalau diblogger memang custom nama domain = redirect ke subdomain blogspot.com yang bawaan dari blogger.

WLEH, APALAGI SUBDOMAIN?


(SUB DOMAIN)
Kalau menggunakan blogger bawaan dari blogger, blog kita itu masuk kedalam kategori sub domain. Misalnya khoirurosida.blogspot.com ("khoirurosida" disini adalah sub domain, "blogspot" adalah second level domain, dan ".com" adalah top level domain).

Lebih jelasnya, bisa dilihat dari gambar dibawah ini :



Yang sering salah kaprah, katanya kalau belum beli custom domain itu belum TLD.

lha itu udah .com padahal? kok belum TLD?


Maka itu adalah salah kaprah pemirsa. 

Karena sebenarnya blog bawaan blogspot juga sudah TLD karena belakangnya sudah .com, namun blog kita masih merupakan bagian dari blogger alias blogspot sehingga belum bisa disebut sebagai alamat domain milik kita sendiri.

Kalau dirangking sama google, pastilah blog blog yang bawaan alias "blogspot.com" ini rankingnya meroket diatas, itu karena blogspot memang sudah banyak pengungjungnya, banyak pemakainya dan banyak pembacanya. Bayangkan saja, setiap pembaca yang main ke blog bawaan blogspot ini, maka sebetulnya lagi nyumbang ketenaran blogger atau blogspot.com.

Analogi lainnya selama pakai blog bawaan :

"kita sebetulnya lagi numpang tinggal dialamat rumah yang sama, namun dikamar/ruangan yang berbeda"

Sebut saja lagi ngekos, hmmm atau tinggal diapartemen sewaan deh biar mewahan dikit, hmm atau mau pakai analogi tinggal serumah sama mertua ? jangan deh, yang itu sensitif ceu.

Ya meskiun ngekos sama sewa apartemen nggak gratis juga sih ya tapi semoga ngekos sama sewa apartemen ini bisa mewakili analogi bahwa jika masih menggunakan alamat blog bawaan, maka kita sedang berada dialamat rumah yang sama namun ruangannya berbeda. Nah kalau ada tamu masuk, tamunya "ujuk ujuk" masuk kamar.

Gitu kira kira ilustrasinya.

Sebetulnya ada sekitar 200 faktor penentu peringkat untuk sebuah website dalam algoritma google, dan nama domain hanyalah salah satunya. Namun memiliki SLD dan TLD yang baik pasti akan membantu dalam banyak hal.

Eh eh.
Khusus wordpress nih ya, bukan blogger.
Infonya custom domain yang seperti blogger tidak bisa serta merta dilakukan karena harus update premium dan harus melakukan selfhosting.


 Photo by Randy Fath on Unsplash

Apalagi tuh hosting ?

Hosting adalah tempat untuk meletakkan file website. Kita ambil mudahnya saja ya. Apabila website atau blog diibaratkan sebuah bangunan rumah, hosting adalah kavling tanah yang dipetak- petak tempat dibangunnya rumah sedangkan domain adalah nama alamat dari bangunan/ rumah.
Beli space buat hosting sama dengan beli kavling.

Tujuannya?
Biar bisa bangun rumah diatasnya (bukan cuma numpang alamat).
Hosting memiliki fungsi sebagai tempat atau media untuk menyimpan segala file yang ada pada website. Hal tersebut bertujuan agar website anda nantinya dapat di akses oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun. File-file yang ada di dalam website harus disimpan dalam sebuah server Hosting. Nah, server Hosting ini tentu saja harus full selama 24 jam. Jika server down, maka website tidak akan bisa diakses.

Kesimpulan dari semua ini adalah, yang menyebut TLD ini sebagai keseluruhan domain, itu salah karena TLD hanyalah huruf dibelakang titik (setelah dot) sedangkan nama domain adalah keseluruhan SLD + TLD. Jadi kalau ada yang bilang pakai blog bawaan dari blogger itu belum TLD, itu salah karena alamat bawaan dari blog sudah blogspot.com. 

Semoga dapat diterima dan dimengerti ya semua bacotan saya diatas. Amin.

Namun yang terpenting dan terpenting dari segala ilmu SEO yang ada itu, tetep sih ya yang penting harus rajin update biar pageviews naik terus. Hihi.

Gimana?
Bingung?
Coba komen atau curhat, nanti mamah dedeh yang jawab.

You Might Also Like

5 tanda tangan

  1. analoginya masuuk pak eko, haha. kalau blogspot ya sub domain yang numpang di tldnya blogspot. TLD numpang kan dirasa kurang keren, jadi biar agak kece pasang custom domain aja, ehehe

    ReplyDelete
  2. Yang kerasa sih pakai blog atas nama sendiri, gak numpang di mertua rezekinya lebih lancar jaya dan ditujukan ke sendiri, bukan ke mertua...

    ReplyDelete
  3. postingannya sangat bermanfaat banget kak...

    ReplyDelete
  4. Masih belajar dengan Teknis semua itu, Mbak.

    ReplyDelete
  5. Akhirnya posting tentang hal lain hahahaha.
    Tinggal nunggu waktu kapan mau posting perjalanannya lagi :-D

    ReplyDelete

Tanda tangan berupa ketikan komentar di perbolehkan. GRATIS! ^^

Entri Populer

@khoirurosida on Instagram