Look At Me

a blog by Laili Umdatul Khoirurosida

Menilai OOTD Ala Influencer


Photo by Karina Tess on Unsplash

Suatu hari saya tercengang lihat newsletter email tentang details ootd (outfit of the day) ala influencer yang saya tahu melalui instagram. Sebut saja namanya paola tambunan (yha emang namanya begitu bukan disamarkan).

What I thought first when I read the message was "WUIIIH GILE MAHAL AMAT". yha, itu baru paola tambunan, belum details ootd (outfit of the day) nya Nagita slavina.

Nah, untuk gajiku yang tak sampai demi membeli details ootd (outfit of theday) yang dimaksud, saya merasa tak sanggup untuk bergaya seperti itu.

But then I realize.

Doi bergaya segitu mahalnya dengan penghasilannya yang banyak mungkinlah tidak masalah. Dan sayapun telah tidak sengaja melakukan penilaian cepat yang tidak seharusnya.

 Source : profil picture teman ditelegram (yang pasti juga screen shoot dari punya orang)
Kalau ada sumber yang lebih jelas, boleh kasih tau saya dikolom komentar ya.


Asal kita, sebagai followers haruslah pintar memilah mana yang "keinginan" mana yang "kebutuhan". Jangan sampai copycat semua dari atas sampai bawah apa yang dipakai oleh influencer kesayangan sampai ke merk-merk ternama tapi tak mampu membelinya secara cash.

Ngefans boleh, boros jangan. Sesuaikan dengan kemampuanmu *note to my self*.

Di jaman serba "fintech" ini, banyak sekali tawaran tawaran kredit merajalela. Cuma foto pakai ktp, siaplah dana pinjaman minimal 5 juta.

Kadang, untuk memenuhi gaya seperti influencer ini ada saja yang rela memakai jasa kredit tiap bulan demi terlihat "gaya". Saya tidak sedang mengkritisi paola tambunan btw, saya hanya sedang membuat reminder untuk saya sendiri bahwa sebanyak apapun tawaran kredit yang ada dari yang kartu kredit via bank maupun kredit via aplikasi, janganlah sekali sekali pakai kartu kredit untuk "Bergaya". Saya punya kartu kredit, in case kalau suatu saat butuh urgent saja jika uang tabungan tidak cukup.

Seperti kata orang orang,
biaya hidup memang murah, yang mahal adalah biaya gaya hidupnya.

Tapi tetep sih, jangan gampang menilai orang berlebihan karena kita mungkin tidak tau perjuangan menabung dan berhemat seperti apa yang telah dilaluinya.

Luv.

Comments

  1. Dan ya, yang copycat merasa "terfasilitasi" dengan adanya fintech di jaman now yg "serba hedon".

    Jadi inget kata2 Will Smith yang bilang : Too many people, spend money they haven't earned to buy things they don't want, to impress people they don't like.

    Hehe

    ReplyDelete
  2. Hehehe sepertinya penampilan (bagi sebagian orang) itu penting banget ya. Karena sering jalan yang gak mau bawa bawaan banyak, gw sering dikritik bajunya itu2 aja. Ya gimana lagi. Lebih seneng beli tiket pesawat atau jalan-jalan daripada belanja pakaian. Belanja baju juga sih, tapi jarang banget.

    ReplyDelete
  3. Setuju sekali dengan tulisannya. Aku pun merasa 'tertampar' karena sering nge-judge orang lain seenak udelku. Padahal, dia begitu ya karena dia mampu.

    -Fajarwalker.com

    ReplyDelete
  4. Bnr bgt mbak, biaya hidup berbanding terbalik sama gaya hidup

    ReplyDelete
  5. Pernah ada cerita senior saya yang naik pesawat kelas ekonomi. Ternyata di pesawat tersebut ada kawan lamanya yang duduk dikelas bisnis. Senior saya nanya kok gak naik ekonomi saja, kan bisa kelebihannya bisa disumbangkan. Kawan lama senior saya menjawab, dia hanya ingin kenyamanan. Kalo sekedar sumbangan, dia punya puluhan yayasan yang mengelola kegiatan sosial. Jadi selisih tiket ekonomi dan bisnis tidak ada artinya buat dia jika sekedar untuk sumbangan kegiatan sosial.

    Eh maaf numpang coret2. Salam kenal mba

    ReplyDelete
  6. Iya.. lelah kalo ngikutin gaya orang mulu. Jika kita terlalu sering mengikuti gaya maupun membandingkan diri dengan orang lain, yang rugi kita sendiri.

    Membandingkan diri bisa jadi positif jika terinspirasi, dan akan menjadi negatif kalo berasa terintimidasi.

    ReplyDelete

Post a Comment

Tanda tangan berupa ketikan komentar di perbolehkan. GRATIS! ^^

back to top