#30haribercerita Migrasi dari instagram 10/30

January 10, 2017

Basicly, saya tipe orang yang suka hapus hapus foto di Instagram kalau tiba tiba saya berubah pikiran jadi nggak suka sama fotonya, atau nggak suka sama captionnya. Padahal ya... foto dan caption itu rata rata saya buat sendiri. Sayangnya foto saya di instagram akhir akhir ini adalah foto yang diikut sertakan dalam ajang @30haribercerita. Kalau dihapus, nanti ada cerita saya yang kehapus juga. Tapi gimana dong? saya kadang sedih liat instagram berantakan karena saya upload fotonya asal asalan. Asal nemu foto, langsung pasang aja. Hahhahaa.

Jadi...
Sekarang.
saya berniat memindahkan cerita cerita instagram itu kesini, ke blog ini.
Supaya juga dapat terdokumentasi dengan baik. *tsahh.
Supaya siapa tau kalau lagi bete bete hapus hapus foto di Ig, maka cerita mini @30haribercerita itu masih tersimpan disini.

Semoga kalian berkenan ya wahai pembaca pembaca blog yang tak kutau apakah kalian setia? *eaa.


10/30 Januari 2017 - Sandal



"Tiketmu jam piro?" ("Tiket mu Jam berapa?").
"Jam 2 maksimal check in yah".
"Yowes tak terno" ("Yaudah Ayah Antar").
"Naik motor?".
"Iya"


Well... Siang itu, sebenernya saya udah nolak buat diantar karena takut ngerepotin. Belum lagi, cuaca Malang sedikit mendung. 
Saya pikir, mending naik taksi pesen aja dari Rumah karena kebetulan hari sebelumnya sudah mengantongi kartu nama sang supir.


Ngomong ngomong, keluarga kami saat ini tidak memiliki mobil, tapi karena ayah saya ingin mengantarkan saya kembali merantau ke Jakarta, jadilah ayah kekeuh mau nganter ke Bandara naik sepeda Motor, sementara Ibu saya naik motor yang lain, minta anter sodara yang sekaligus adalah tetangga.


Tiba tiba hujan mengguyur pinggiran kota Malang ketika Ayah melajukan motornya di kecepatan maksimal 25km/jam. Basahlah saya karena jas hujan saya pakai untuk menutup koper sebesar 22liter yang saya posisikan di tengah.


ketika sampai di Bandara, ternyata ibu saya juga basah kuyup.


Tapi.... Yang di khawatirkan oleh Ayah dan ibu adalah saya.
Di depan Bandara, Ibu langsung buka koper dan nyari baju yang masih kering.
"Ganti Baju nduk, jangan sampe masuk angin"
"Sepatu mu dilepas, beli sandal baru"
"ibu nunggu disini".


Tapi tak lama setelah saya ganti baju, saya buru buru check in. Dan Ayah ibu saya minta pulang terlebih dahulu. Bukan, bukan mau ngusir euy tapi kasian karena mereka juga basah.

Yah... Begitulah orang tua, selalu mengkhawatirkan anak anaknya terlebih dahulu dibanding dirinya. Selalu merasa anaknya lah yang harus kenyang di banding dirinya. Selalu berusaha ada, dimanapun kapanpun dan sejauh apapun nantinya anak anaknya akan berada. Selalu mengutamakan kepentingan anak anaknya, di atas keinginannya sendiri yang telah lama terpendam, seperti keinginan naik haji misalnya.


Dan kita, sudah kah menanyakan kabar mereka hari ini?



Nb : Foto sandal ini adalah foto ketika saya mau membuktikan ke Ayah dan Ibu kalau saya udah beli sandal, bukan pake sepatu yang basah kuyup.
just to make them stop to worrying about me.
Eheeeee saya mah gini kalau #lagikangen sama orang tua. Gara gara foto sandal aja bisa baper.
#30hbc10 #30haribercerita


You Might Also Like

2 tanda tangan

  1. Ah, sendalnya cantik, kehidupan orang tuanya juga harmonis. Smoga mereka selalu diberikan kesehatan ya li'. :)

    ReplyDelete

Tanda tangan berupa ketikan komentar di perbolehkan. GRATIS! ^^

Entri Populer

Challenge

Mau Liat Post yang lain?

@khoirurosida on Instagram