Look At Me

a blog by Laili Umdatul Khoirurosida



Kilas balik kemasa awal pertemuan aku dan mas fiancee~ Cie

Salah satu hal yang patut disyukuri dalam hidup ini adalah tentang adanya blog digital.

Dahulu sebelum ada blog, saya suka nulis buku harian dengan gaya journal sehari-hari. Waktu berlalu, biasanya jurnal tersebut hilang atau mungkin terselip ditumpukan buku. Kemudian buku jurnal itu terlupakan dipojok lemari sana. Dibaca lagi ? Kemungkinannya sangat kecil. Pertama, saya malas baca ulang karena tulisan saya terlampau jelek. Kedua, tentu tidak ada fitur "search" dalam jurnal manual, jadi misal mau lihat catatan ketika sedang galau, saya lupa nulis dibuku journal yang mana.

Sudahlah, daripada ubek-ubek journal yang mana untuk mencari tulisan galau, maka lebih baik nulis blog saja supaya saya bisa kapan saja mencari tulisan lama misalnya saat sedang galau-galaunya.  Hmmm, atau tulisan ketika saya memaksa untuk move on tapi malah gagal?.

Selanjutnya ada tahapan saat saya mulai jatuh cinta lagi dan langsung bikin puisi berbunga-bunga berjudul untuk kamu (padahal belum tau kedepannya bakal seperti apa). Dan akhirnya saat saya membuka hati kembali, saya memberikan surat kepada hati ini sembari berdoa agar selalu bahagia bukan diawal saja

Semua itu adalah bagian dari saya, perjalanan hidup dan perjalanan menemukan tambatan hati yang ternyata ketika dibaca lagi terasa menggelikan. Sesuatu yang dahulu kala terasa "so sweet" sekarang terasa "so cringe".

I've been there.


aku mau makan bunga.

Berminggu-minggu saya maju mundur dan berpikir, haruskah menulis hal pribadi lagi diblog ini? Tentang sebuah hubungan percintaan? Uhuy.

Sekarang saya gampang merasa cringe dengan hal-hal yang berbau over-act tentang dua sejoli yang belum tentu bersama -pada akhirnya- tapi sudah umbar kemesraan kemana-mana.
"Dunia harus tau!", katanya.

Saya sih sudah pernah melewati masa-masa umbar-umbar ini, tapi saat putus alias hubungannya telah kandas, ternyata rasanya malu banget hahaha. Apalagi saya ditinggal move-on nya cepet banget (malu kuadrat).

Maka saya usahakan, semoga saya tidak menjadi pasangan se-cringe itu. Contoh saja yang akhir-akhir ini lagi viral, dua sejoli yang pernah bikin geger dunia maya dengan video youtube "alasan kita putus" eh tau-tau kemarin balikan lagi bikin video super cringe "a whole new world cover" yang bikin muak.
Terlalu fokus sama awkarin membuat netizen tidak sadar bahwa selama ini kita sedang diprank sama pasangan kontroversial yang sedang mengumpulkan uang dari adsense untuk modal menikah. Hwahaha. Apakah anda termasuk netizen yang kena prank sama mereka?

Maka dari itulah, saya jarang sekali posting hal-hal yang berbau umbar kemesraan (dengan calon suamik disocial media). Ya siapa tau, maksud hati memanggil dia jadi calon suami, eh malah dia jadi calon suami yang lain. kan sedih.

Baik karena sudah lamaran tanggal 6 october 2019 kemarin, dan semoga saja lancar nanti sampai hari H. Saya jadi ingin menulis tentang "how I met my fiancee" ~ halah.

So here it is, it will be a long story and you may skip it.

Karena ini mau nulis gaya buku harian, -saya- kuganti pakai -aku- ya.
Ohya disini banyak “wkwk” dan “hahaha” nya. Kalau kamu sakit mata bacanya, skip aja ya thanks.


***

1. Awalnya kenal dari SMS.


5 tahun yang lalu. “Halo ini probo angkatan 16”, gitu kalo ga salah pertamakali mas Probo sms aku .

Yha siapa sih yg nanya situ angkatan berapa?
katanya dia mau nyari temen, mana kepikiran kalo ujungnya nyari temen hidup. (ehe).

Jadi aku ini adalah siswa disebuah SMK Malang angkatan 20, sementara mas Probo angkatan 16. (Kita beda 4 tahun). Kalau dipikir secara logika sih ya gak masuk (kok bisa kenal ? kok bisa ketemu?) karena  mas  fiancee udah lulus, aku baru masuk sekolah ikut MOS. Intinya kami tidak bertemu disekolah dalam proses belajar mengajar yang 3 tahun itu. Cuma, mas fiancee pernah sesekali dateng ke sekolah (sebelum aku lulus) buat ngasih inspirasi karena dia termasuk alumni berprestasi (tapi dia gak mau disebut sebut sebagai alumni berprestasi karena terlalu lebay haha).

Dizaman yang lain pada punya smartphone yang ada BBM, Whatsapp, Facebook, dll, aku masih pake HP yang cuma bisa “SMS” dan "telfon" (sebagaimana fungsi utama telpon seluler jaman itu). Sempet minder juga sih karena tahun 2014 yang lain udah "gaul" BBM, Whatsapp, Facebook, dll, aku masih pake teknologi "SMS" untuk berkomunikasi.

Siapa yang bakala mau smsan sama aku?

-untung dulu belum jamannya broadcast nawarin pinjeman-. Sedih banget sih kalo nggak ada yang hubungin, tapi inbox penuh sama SMS nawarin pinjeman.

Pernah sok-kuat nyoba move on alias berpindah ke laain hati, eeeh malah gagal karena dapet cowo super-duper-over-over-protective. Seperti yang kujelaskan tadi bahwa aku nggak punya HP yang bisa social-mediaan, terus sama doi disuruh pake hape doi. Jadi kita tukeran hape gitu. Kalo diinget-inget sih itu level bucin(budak-cinta) ter-bodoh semasa hidupku. Kok mau-maunya? Kok bisa-bisanya? Tukeran HP? OMG. Ga kebayang dulu gimana kalo bapak ibuk kalau pas nelfon malah diangkat sama cowok, pasti mereka kaget.

Hm kenapa jadi bahas mantan gagal move on ?.

Nah, karena nggak punya hp untuk BBM, Whatsapp, Facebook, dll, sesekali mas fiancee ini pernah nyapa lewat facebook atau Google Talk, jadi aku bisa jawab kalau lagi online aja (tentunya lewat Laptop).

Jeng jeng.......
Kubaca lagi.
Ternyata dulu aku jawabnya seadanya semacam : “Y, G, udah, blm, terus?????”

Shombong amad!





*ini kalo nggak salah Screen shoot percakapan di G-talks waktu aku udah mulai kerja diJakarta Setelah lulus SMK*


Yang paling parah sih, waktu mas fiancee PDKT dia pernah bilang begini, "eh aku  habis nonton The Raid 2". Mungkin dia berharap jawaban excited dariku semacam "Wah gimana filmya bagus?".
Kenyataannya aku malah bales,
"Terus?".
-Terus gue harus bilang wow gitu?-.

Jujur ya patah hati dan salah move on telah membuat hatiku kaku, gak peka kalau lagi di-PDKT-in, plus jadi insecure mau mulai hubungan yang baru.

Takut gagal lagi.

Pinginnya ketemu nanti aja deh sama calon jodoh, nanti ketika sudah lulus kuliah.
Nanti ketika sudah serius menuju kesana ke pernikahan.
Nggak mau patah hati lagi, nggak mau bikin bapak ibuk sedih lagi karena kalau aku sedih ya orang tuaku bakalan duakali lebih sedih. Nggak mau drama lagi, nggak mau perkara pesan/SMS ga dibales jadi rame lagi. Nggak mau perkara dibonceng cowo lain jadi perang dunia lagi padahal ya cuma temen. Nggak mau dikekang lagi. Nggak mau di-overprotektif-in lagi. Nggak mau ketergantungan sama seseorang lagi. Nggak mau dikit-dikit minta putus! Dasar ababil anak baru gede labil.

Terimakasih mas fiancee karena tidak pernah mundur sekalipun aku ketus, jutek, cuek, dan jelek. ya maap aku emang gitu. Bukan, bukan jual mahal. Aku malah ngerasa insecure dulu itu, siapa uweee.. buluk gini siapa yang mau.

***


2. Pertama Kali mas fiancee tau aku dari facebook.


Jujur serem banget baca berita yang aneh aneh tentang pasangan yang ketemu diFacebook, kurang kenal, tau-tau nikah, eh ternyata pasangannya psikopat.

Ketakutan itu berbalaik sama aku. Lah ternyata, katanya mas fiancee pertama tau aku dari facebook. Yha untung aku bukan psikopat. Mungkin ya, mungkin dia tertarik waktu lihat foto profilku pakai hijab merah dibawah. Ya itu adalah foto yang sudah melalui proses editing photoshop, photoscape, camera 360, dan xiu-xiu/meitu hahaha. Padahal aslinya mah ya kayak foto dibawah yang lagi pose "peace" pake dua tangan. Hitam legam, tapi tetep manis kan ? *minta ditabok*.


peace! peace!


Kemudian, Sewaktu temenku yang namanya "Moga" lagi **PSG alias Pendidikan Sistem Ganda ditempat kerjanya mas fiancee, maka dia minta nomor HPku ke Moga ini. Terimakasih Moga, diam-diam kamu telah jadi mak comblang.

**Pendidikan Sistem Ganda (PSG) pada dasarnya merupakan suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematik dan sinkron program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja, terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu.

***

3. Pernah nyoba Nyamperin ke Malang, malah ku cuekin.

Meskipun cuma lewat SMS, mas  fiancee ini lumayan sering nelfon. Tak terasa, kadang nelfonnya lama juga sampe satu jam. Kalau lagi dirumah, biasanya ibuku sampe teriak dari lantai bawah, "Leliiii cepet tidur!!, Nelfon siapa sih udah malem gini". (aku kalo sms jawabannya singkat, mungkin masnya muak jadi lebih baik nelfon) hahaha.

Sudah kenal skype, videocall, tapi tetep mending telfon sampe kuping panas karena yang nelfon doi jadi aku ga abisin pulsa. hahaaa dasar aku.

Lalu waktu Galasesa (Gebyar Malam Seni Wikusama), mas fiancee ini datang ke Malang. Saya MASIH nggak yakin kalau dia datang ke Malang buat nemuin aku, like what ? ngapain ? hahahaha.

Entah pura-pura bego apa gimana, intinya aku nggak ngerasa kalau masnya ke Malang ini buat nyamperin aku.

"Emang iya ini aku lagi di PDKT in ?", pikirku waktu itu.

Galasesa adalah acara pentas seni yang diadakan malam hari setelah wisuda yang dilaksanakan pagiharinya. Nah harusnya kalau mas fiancee memang datang ke Malang buatku, ya waktu itu aku harusnya datang ke Galasesa sama dia. Mungkin dia udah kode, kalo emang ke Malang buatku, tapi mungkin aku aja yang gak peka (aku bener-bener lupa soal ini).

Eh malah aku nulis begini di Galasesa waktu itu.


kacang kacang.

Anyway, setelah Masnya ketemu sama aku waktu Galasesa ini. Aku nggak berharap lebih sih, kalau masnya masih mau SMS aku ya baguus. Kalau Masnya tiba-tiba ngilang yasudah. Siapa tau dia kecewa karena liat aslinya aku yang buluk ya kan?

Takutnya dia ngira "Wah sial nih, fotonya di FB nipu". Hahahaha.

***

4. Merantau ke Jakarta

Dan berikutnya setelah wisuda saya kerja ke Jakarta tanggal 16 Juni 2014.
Di Jakarta ternyata posisi kantor dekat lah sama kantor si mas fiancee ini. Semestakung. Semesta Mendukung~ Cailaaa.

Pertamakali datang Jakarta Waktu itu udah dekat sama bulan Ramadhan (Perkiraan 29 Juni 2014). Aku tuh sedih nggak bawa Alquran buat ngaji, eh dibeliin alquran bagus yang belakangan aku tau itu belinya digramedia dan ternyata mahal (untuk ukuran aku yang baru kerja itu mahal). Aku juga sempat dipinjamin rice cooker dan kipas angin sama masnya. udah macam toko aja mas fiancee ini semua ada. 

Udah dibeliin qur'an, dikasi pinjem kipas angin, dikasi pinjem rice cooker.
Masih belum ngerasa di PDKT in, ini sih fix bodo amat.

Oh ada satu lagi yang bikin aku shock waktu itu karena mas fiancee minjemin Ipad padahal kami belum jadian, katanya supaya bisa buat internetan. Yha baik, dari sini mulai yakin kalo lagi di PDKT in. (Wkwk baru yakin setelah dikasi pinjem Ipad dasar kau lel).

Ehhh tapi tapi.
Masih ada tapinya.

Waktu dipinjemin Ipad ni, herannya ada foto mantannya dong di Ipad itu.

Wkwkwk hancur lebur hati ini bertanya tanya. Maksud masnya ini apa ?

Padahal dalam prinsip hidupku :
1. "jangan memulai hubungan dengan seseorang yang BARUSAJA putus dengan mantannya, misal baru sebulan itu juga BARUSAJA loh".
2. "jangan memulai hubungan dengan seseroang yang masih punya konflik dengan masa lalunya karena bisanya tuh belum sepenuhnya move on".
3. "jangan memulai hubungan diatas penderitaan orang lain, karena gak berkah nanti hubungannya wkwk" gitu aja sih.

-oh ternyata waktu itu aku udah mulai cemburu gaes, ternyata masnya udah lama putus cuma lupa hapus katanya, oooo-.


***

5. DOR!

Agustus 2014. Masnya nembak tapi kudiemin seminggu karena aku masih mikir. Nanya ibuk, nanya hati, nanya diri sendiri. Siapkah?
Kenal dari sebelum lulus, tapi baru kenal udah ngajak jalan? bener ga nih?.

Proses dor ini sudah pernah saya tulis disini.

Waktu masnya bilang mau serius aku masih mikir, kenapa musti sekarang? Kenapa ga nanti aja langsung nikah? Kan masih lama, takut gabisa, takut drama. males banget cuy. Nanti ga-jadi lagi gimana? Hadooh. (Capricorn emang banyak pesimisnya hahaha)

Tapi semua keraguan itu sirna waktu Mas Probo dateng kerumah dan sendirian ditahun berikutnya setelah kami jadian.
Masnya ketemu Ayah sama Ibuk.
Dan jawaban ayah, “Nak probo gapapa nuggu leli lulus?”.
Dan jawaban ibuk, “titip titip leli ya mas, agak susah dikasih taunya”.

Proses smsan sampai ke Dor! ini mungkin kurang lebih 6 bulan. 
Sementara saya sedang berjuang move on kurang lebih 1 tahun wkwk. 
6 bulan yang tidak terlalu intens, tapi setidaknya teratur. Masnya selalu muncul setidaknya seminggu sekali? Pernah menghilang sampai aku bertanya-tanya "Masnya kemana?".
Untunglah nggak sampai yang ngilang bener bener ngilang tanpa kabar seperti yang sekarang hits dengan sebutan Ghosting.

Kalau dipikir-pikir. Perjalanan cinta kali ini sedikit lebih mulus. 
Terimakasih ya Allah.
Benar adanya, jika kita sudah ikhlas dengan yang lalu-lalu Allah akan menggantikan dengan si-apa yang lebih baik bagimu.

***

6. Kencan tiap minggu, lalu LDR an

Ya namanya posisi kantor dekat, tiap minggu ada aja acara jalan-jalannya. Pernah jalan-jalan siang bolong ke kota tua, ternyata beberapa tahun kemudian aku baru tau kalau masnya nggak suka jalan-jalan dan nggak suka keramaian. Masih baru mah, meskipun suka-nggak-suka yang penting pasangannya bahagia gitu ya? hahahaha.

Pernah juga ngedate di Koultora waktu malem minggu awal-awal kencan.

Biasalah pasangan baru masih semangat-semangatnya ketemu. Dari Jakarta Barat ke Jakarta Timur pun disebrangi, dari Jakarta utara ke Jakarta Selatan pun semangat menembus macet demi ketemu pujaan hati.

Setahun pertama, masih okelah kalau jemput. 
Tahun berikutnya, "kamu mending naik gojek kesini".

Setahun pertama, masih okelah kalau kencan coffee shop.
Tahun berikutnya, "Udah lah nonton di mall deket sini".

Setahun pertama, naik motor saat hujan ? soswit.
Tahun berikutnya, "Jangan sampe kamu ngira hal kayak gini sosweet, ini sih stupid" wkwk.

Setahun pertama, masih okelah tahun baruan liat kembang api.
Tahun berikutnya, "Dirumah masing masing aja enak tidur".

Eh tahun-tahun berikutnya ternyata LDR. 12 Mei 2016, masnya lolos tes kesehatan di Kantor Semarang. 24 Juli 2016 aku bantu-bantu masnya packing buat pindahan. 25 Juli 2016 resmi LDR Jakarta - Semarang.

Itu LDR apa jurusan bis Rosalia indah Jakarta - Semarang ?


 ***

ps : yang paling bikin terharu sih waktu PDKT mas fiancee ini akhirnya bikin blog, kukira biar menarik perhatianku ternyata katanya karena tiba-tiba dia pengen ngeblog. Yha Ge-er deh aku.


Ya gitu deh, sekarang kan udah lulus dan bentar lagi wisuda. Ya sudah yuk~
Lanjut cerita lamaran ya next. Bersambung

Comments

  1. KENAPA UJUNGNYA GITU AJA HEHEEY. *lempar bom molotov

    ReplyDelete
  2. Nggak apa-apa kok mba nulis kenangan gini di blog pribadi, biar nanti bisa selalu diingat dan dibaca kembali. Saya juga pernah nulis gimana ceritanya bisa ketemu suami. Karena salah satu niat nulis bagi saya adalah mengabadikan kenangan ^^

    ReplyDelete
  3. monmaap tolong dilanjut ya postingannya, netijen kesel diawal udah berbunga bunga kaya drama korea terus tau tau ending ceritanya gantung. Rasanya tuh kaya nonton drakor, tapi ngga ada subtitlenya :(

    sincerely, netizenkepo

    ReplyDelete
  4. wah hahaha menarik sekali membaca kisah percintaannya
    lucu dan menggemaskan
    jadi berasa muda lagi saya #eh
    semoga lancar terus ya sampai hari H

    ReplyDelete
  5. duhhhh, memang jodoh nggak akan kemana ya.. semoga lancar terus ya mbak, bahgaia selaluuuu

    ReplyDelete
  6. Ahay... Saya tebak mbaknya pasti ad senyum senyum minis pass lagi nulis ini postingan.

    ReplyDelete
  7. Bener2 semestakung yah di samping karena ipad. Eh :).

    Semoga lancar mba sampai hari H dan menjadi keluarga samawa.

    Btw... gaya penulisannya keren. Ya gitu deh hehehe

    ReplyDelete
  8. jutek amat dulu.. kalau aku pdkt sama cewe trs juteknya kaya gitu, mending mundur teratur wkwkwk.. mantap si masnya sabar dan pantang mundur.. jadi buat kalian para cowo yang sekarang dicuekin gebetannya, jangan menyerah,, pepet terooos..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
  9. WKWKWK leli dulu jutek amat ke mas suami hahaa untuk masnya ngga pantang nyerah

    Ini tolong bgtt tolong ya dilanjutin ceritanya. Terus update lagi sampe ke pernikahan plisss ya allah aku banyak maunya tp aseliii aku pengen baca:(

    ReplyDelete

Post a Comment

Tanda tangan berupa ketikan komentar di perbolehkan. GRATIS! ^^

back to top