Look At Me

a blog by Laili Umdatul Khoirurosida



Setelah 5 tahun, akhirnya dilamar juga

Menyambung postingan lalu yaitu kilas balik kemasa awal pertemuan dengan mas fiancee, sekarang  saatnya bayar utang nulis blog tentang lamaran bulan October tahun 2019 lalu. Sedikit basi memang, tapi tetep mau ditulis biar suatu saat bisa dibaca lagi~.



Memulai hubungan sejak Agustus 2014, LDR Jakarta-Semarang sejak Mei 2016, dan akhirnya dilamar juga pada bulan October 2019. 5 tahun yang tidak sebentar namun tidak lama juga, sedari awal komitmen bahwa nanti ada saatnya lanjut kejenjang yang lebih serius adalah ketika saya sudah lulus kuliah.

Terimakasih Mas, sudah mau menunggu adek lulus kuliah sebegitu lamanya *ceilah.

Proses diajak lamaran ini juga nggak so sweet seperti film-film atau drama korea. Dengan scene si cowo ajak makan cewenya direstoran mahal fine dining, dengan hiasan lilin di kanan kiri meja makan, cowonya bawa bunga, bunganya dikasih sebelum makan berlangsung, lalu kemudian makan, belum selesai makannya, lalu berikutnya ada adegan sureprise kasih cincin sambil berlutut dengan narasi klise "Will you marry me?"

Kenyataannya mah lempeng-lempeng aja seperti percakapan whatsapp dibawah ini :

*sekitar bulan februari 2019*.

"Alhamduillah aku udah sidang, yey udah lulus. Tinggal nunggu wisuda."
- "Selamat yaaa.. Wisuda kapan kira-kira?"
"Harusnya sebelum akhir taun 2019, mungkin November/Desember"
- "Yaudah yuk sebelum itu kita lamaran".
"Ok"

Kira kira gitu percakapan menuju lamaran dua sejoli yang sangat-sangat datar dimuka bumi ini.

Saya dan pasangan memang datar sekali, mungkin karena sudah lewat masa unyu-unyuan. Kalau dulu, semasa SMA mungkin pernah pacaran yang kyut abis. Tiap tahun ada anniversary, tiap ulang tahun selalu ada kado (eh saya doang sih yang dikado, ngado balik sih nggak pernah karena nggak punya uang). Tapi semenjak pacaran sama Mas pasangan yang sekarang, unyu-unyu things sudah bukan sebuah tren meskipun sudah kerja dan punya uang. Tanggal anniversary sama-sama ingat tanpa ada perayaan. Ulang tahun ? boro boro ada kado, kadang ngucapin aja lupa. Hehe. Kalau dilihat gallery foto kita berdua, ternyata foto-foto berdua kita juga sedikit karena jarang ketemu. Kalau mau ngasih sesuatu, hadiah atau apapun nggak perlu nunggu ulang tahun. Tapi yasudah, kedua belah pihak tidak ada masalah dengan hal tersebut, jadi santuy saja. Mungkin ini adalah jawaban dari doa yang dulu sempat diucapkan "Nggak mau lagi punya hubungan yang drama abis, nanti buang buang tenanga". Kesampaian hubungan nggak drama, tapi entah kenapa kelewatan datarnya. Haha.

Karena LDR Jakarta - Semarang, maka persiapan lamaran ini dilakukan via jarak jauh saja. Semua koordinasi by whatsapp, dan nggak jarang terjadi perbedaan pendapat. Dulu pasangan saya memang sudah mengingatkan bahwa, "Nanti semakin dekat hari H, sedatar-datarnya kita pasti suatu saat akan ada perbedaan pendapatnya (minimal berantem kecil lah). Siap siap ya!".

Menurut pasangan saya, lamaran itu yang penting keluarga besar datang untuk mengutarakan keinginannya meminang putri dari Bapak si wanita. Menurut saya, lamaran itu sekalian bawa keluarga besar + seserahan karena biar sekaligus diawal ribetnya.
Ada juga yang seserahan diberikan pada saat menikah/akad, tapi membayangkan persiapan menikah saja sudah ribet, masa harus ditambah dengan mempersiapkan seserahan segala?

Seserahan lamaran merupakan sebuah simbol kesanggupan seorang laki-laki untuk mencukupi kehidupan wanita yang kelak akan dipinangnya. Barang-barang atau hantaran lamaran yang dibawa memiliki makna dan doa untuk kesejahteraan kedua calon mempelai di kehidupan mendatang.



Seserahan itu ada banyak macamnya, listnya kurang lebih sebagai berikut :
1. Al qur'an dan seperangkat alat sholat
2. Satu set cincin pernikahan
3. Setelan pakaian
4. Makeup, skincare
5. Sepatu
6. Tas
7. Kain Jarik / Kain brukat
8. Pakaian dalam
9. Peralatan mandi dan Perawatan tubuh
10. Buah-Buahan dan Makanan Tradisional

Jadi keputusannya, maunya ribet nyiapin seserahan diawal saja yaitu ketika lamaran. Kenapa seserahan waktu lamaran bukan waktu akad? karena mumpung saya masih di Jakarta juga, jadi mau beli apa-apa tuh deket. Kalau nanti seserahan diberikan pas akad nikah, takutnya malah santai-santai dan nggak kekumpul saat saya masih di Jakarta.

Btw, kalau didaerah kalian, lamaran itu gimana?
Beda-beda sih ya pastinya.

Proses mencari barang-barang untuk seserahan ini saya bersemangat sekali karena berurusan dengan belanja. Hahaha. Jarak jauh menguntungkanku, karena semuanya bisa memilih sendiri, yang penting uang belanja seserahannya ditransfer. *uhuy.

Kebetulan kosan sewaktu di Jakarta dulu beneran deket sama Mall, tinggal nyebrang udah sampe. Akhirnya selama 5 Tahun di Jakarta, pertama kali itu lah saya belanja hedon di Mall yang pulangnya bawa tentengan tas-tas kanan kiri besar-besar. Mulai dari sepatu, tas, perintilan the body shop dan lain-lain. Ternyata enak ya belanja tanpa mikirin harga ? . (karena bukan uang sendiri) haha.

hunting barang seserahan sendirian, di Mall sebrang kosan.

Tapi tenang, bukan bermaksud aji mumpung, karena mumpung dikasi milih seserahan sayanya ngelunjak terus milih barang mahal yang enggak masuk akal, misalnya makeup chanel,guci, dll atau segala makeup yang ada di sephora. Enggak kok. Di awal sudah itung-itung budget dan sudah ada proses persetujuan dari mas pasangan. Untuk keperluan tas saya mau beli brand X ya, untuk sepatu saya mau beli brand X ya, baju saya beli via online saja lah karena ada inceran beli dagangan teman sendiri, untuk kebutuhan peralatan mandi saya mau the Body shop ya (karena memang pakai itu), untuk keperluan dalaman (karena saya sendiri yang tau ukurannya) saya beli via shopee, tadinya mau ngelunjak beli Wacoal tapi kok sayang~.

Ada satu hal yang saya nggak minta lagi, yaitu makeup. Kebetulan koleksi makeup yang baru dan belum terpakai sudah banyak, maka cukup itu saja lah yang dimasukkan ke kotak seserahan.

Ada satu drama yang menurut saya nggak begitu penting, tapi menurut ibu saya sangat penting yaitu tentang mukenah. Komentarnya secara nggak langsung begini ketika saya fotokan mukenah yang sudah saya beli,  "Barang lain bisa beli yang bagus kenapa mukenah beli yang tipis begitu?".
Saya pribadi suka mukenah kain bali yang adem gitu kainnya, tapi kata ibu saya untuk dibungkus didalam seserahan kok kurang hebring. Akhirnya hunting mukenah di Pasar Tanah Abang ditemani teman kantor saya yang jago nawar.

Mukenah Lamaran harus ada rendanya dan sedikit bling bling, katanya.

Ga salah ngajak temen saya yang dari Makassar untuk belanja mukenah di pasar Tanah Abang. Total mukenah plus sekalian dapat sajadah lumayan tebal, saya cuma keluar uang sekitar Rp. 400.000,- (kalo nggak salah ya, udah agak lupa). Sempet terfikir untuk beli mukenah online, tapi takut nanti nggak cocok lagi kalau nggak pegang barangnya secara langsung.

Semua barang buruan untuk keperluan seserahan saya kirimkan ke Alamat Rumah mas pasangan karena nanti yang bungkus adalah pihak keluarga laki-laki.

Tapi ada bagian sedihnya. Karena pada saat lamaran inginnya langsung tukar cincin, maka saya hunting cincin sendirian ke daerah cikini gold center. Dimana pasangan lain datangnya berpasang-pasangan, saya datang malah sendirian. Hiks. Saya lupa kenapa mas pasangan ini tidak bisa ke Jakarta, pokoknya saya harus hunting sendirian pada akhirnya.

Jomblo ya enggak, tapi nyari cincin sendirian.

Saya beli cincin di VnCO Jewellery, masuk ke Cikini gold center lurus aja lantai 1 agak diujung, tanpa tengok kanan kiri saya langsung beli disitu karena sebelumnya sudah sempat lihat-lihat katalog cincin di Web. Mau cincin yang gimana, dan disesuaikan dengan budget kita berdua. Ternyata cincin yang saya lihat diweb, ketika dipakai ditangan saya terlalu besar. Tangan saya kecil, tidak pantas jika memakai cincin yang terlalu besar, kata mas-mas salesnya sih terlalu jomplang. Ya betul juga sih.


sumber : instagram vncojewellery .

Mas mas salesnya menawarkan cincin tunangan semacam gambar diatas, harganya dibawah 2/3 juta. Sebetulnya cincin model begini pas banget ditangan saya, karena cincin ini cenderung kecil-kecil. Tapi saya maunya sekalian aja cincin nikah, jadi biar bisa dipakai buat tunangan dan akad nikah (maunya gitu biar sekali dayung dua pulau terlampaui) haha. Ada juga pasangan yang lamarannya menggunakan cincin yang berbeda dengan cincin untuk akad.

kiri : cincin tunangan saran mas-mas sales.
kanan : cincin pilihan untuk sepasang.

Mas pasangan tidak ikut beli secara langsung, tapi jarinya sempat diukur menggunakan penggaris kertas yang dibuat dari panduan ukuran jari pada web VnCo. Cincin untuk mas pasangan menggunakan bahan palladium, karena laki-laki menurut agama saya tidak boleh pakai cincin emas (baik itu emas kuning maupun emas putih). Ohya, untuk harganya katalog web vs offline lebih murah di offline store menurut saya!.

Hmm. Kayaknya saya terlalu panjang membahas proses hunting seserahan dan lain-lain ini ya, padahal lamaran pada intinya bukan tentang itu (haha maap terlalu semangat kalo udah urusan belanja mah).


Lanjut ke inti acara.

Lamaran pada intinya adalah pertemuan dua keluarga dari pihak pria dan pihak perempuan. Pada saat inilah, pihak keluarga pria secara resmi meminang sang mempelai perempuan untuk memasuki jenjang pernikahan. 

Pada prosesi lamaran saya ini, ada proses penentuan tanggal pernikahan juga yang telah dihitung berdasarkan weton-weton jawa dan lain sebagainya. Lamaran saya bulan oktober 2019, pernikahan diputuskan untuk dilaksanakan pada akhir februari 2020, maka persiapan pernikahan dari lamaran adalah 4 bulan.

Awalnya lamaran ini mau dibuat sesederhana mungkin (sebelumnya sempat rencana tidak pakai seserahan kan), namun setelah diputuskan bahwa sekalian pakai seserahan saya jadi ingin sekalian mempersiapkan acara juga dengan menyiapkan backdrop foto sebagai berikut :

Backdrop foto yang dipasang H-1.

Saya memilih untuk menggunakan jasa backdrop foto dari Party_malang, sempat terfikir mau buat DIY sendiri tapi karena masih kerja di Jakarta takutnya malah ngerepotin orang tua dan saudara hehehe. Sayangnya ketika dipasang H-1 bunganya masih tegak, besoknya ketika hari H acara berlangsung, bunganya agak turun. Resiko pake bunga asli begitu deh.

Saya kemakan omongan sendiri nih, pernah nyeletuk "Sejak kapan lamaran harus pakai backdrop foto?" eh ternyata saya sendiri melakukan hal yang sama. Ini lebih untuk menghargai tamu aja sih biar acaranya keliatan well prepared, hehe *alesan.

Mas pasangan dan keluarga datang di rumah sekitar pukul 10 Siang (Eh pukul 10 itu siang atau pagi ya?). Awalnya rencana jadwal jam 11 siang, tapi ternyata datang 1 jam lebih awal. Meskipun jantung mau copot, alhamdulillah saya sudah selesai makeup sendiri (makeup agak buru-buru semua ditemplokin ke muka). Kadang skill makeup saya yang tak seberapa ini membuat saya bersyukur, karena setidaknya bisa makeup sendiri disaat saat genting semacam lamaran dan wisuda seperti ini.

misi mau pamer hasil makeup buru-buru.

Pada saat acara dimulai, saya sembunyi di kamar ditemani dua teman saya yang jauh jauh saya impor dari kota Malang (saya sendiri sih rumahnya di Desa). Mereka berdua adalah konselor saya soal lamaran ini, dikarenakan mereka sudah lamaran duluan. Alhamdulilah bisa memanfaatkan teman haha (becanda).


teman yang saya impor dari Malang.
kiri : iklima - kanan : nanda.

Acara diluar berlangsung, saya nungguin dikamar sampai saatnya saya dipanggil MC untuk acara perwakilan pihak pria mengutarakan maksud dan tujuan untuk datang kemari. Ngomong-ngomong soal MC, inipun dadakan diada-adain karena sebelumnya nggak terfikirkan untuk pakai MC. Tapi H-1 bude nyeletuk "MC nya siapa?" baru deh kita kelabakan nyari MC. Untung ada sodara yang multitalenta bisa diminta tolong jadi MC, sodara saya pakai baju kuning dibawah ini, itulah MC nya. 

"Wah kalau nggak ada MC nanti acaranya nggak jelas lho", kata bude.



Tibalah saat dimana pihak pria menjelaskan maksud dan tujuannya, setelah orang tua sekarang giliran mas pasangan yang mulai berbicara. Satu hal yang saya ingat dari pidatonya waktu itu adalah sebagai berikut :

"Kenapa ya didunia ini keajaiban dunia hanya ada 7 ? kalau bisa keajaiban dunia ini nambah satu lagi, yaitu perihal jodoh. Karena jodoh itu memang ajaib lho bu, pak.. saya sama leli ini kalau difikir-fikir kok bisa kenal padahal di sekolah enggak ketemu, ya ajaib juga lho". 
wkwk.
Dia malah ngelawak.


Dikala lamaran yang lainnya itu pidatonya selalu bikin terharu, disini saya malah senyam senyum nggak jelas. Sebelum keluar kamar, temen-temen yang saya impor dari Malang tadi sudah ngasih saya tissue siapa tau saya diluar malah nangis denger pidato mas pasangan. Akhirnya tissuenya tadi nggak kepake, orang dia malah ngelawak.



Selanjutnya, disini masnya juga bilang kalau ingin meminang saya didepan keluarga yang ada.

Dan saya pun menjawab....

"gak mauuuuuuuuuuu".

gak mau nolak, kasian udah jauh jauh kemari. Ehe.

Acara selanjutnya setelah tanya jawab diatas adalah penyerahan seserahan dan tukar cincin. Tukar cincin ini belum boleh dilakukan oleh pihak pria dan wanita melainkan diwakilkan oleh ibu masing-masing (karena kan belum sah ehehehe).


Ada acara foto keluarga, penentuan tanggal pernikahan, pengumuman tanggal, keluarga pria pamit, dan selesaii.

Pose pamer cincin yang sebenernya bikin mikir lagi, penting nggak sih pose kayak gini? haha.

Terimakasih untuk para pihak yang telah membantu terlaksananya acara lamaran pada bulan october 2019 yang lalu.

 untuk keluarga yang tidak terlihat didepan kamera

 Mbak mbak kandung

 teman impor dari Malang bersama pasangannya masing masing.

teman TK yang datang.
Kiri : Gandhi - Kanan : Karin.

Anyway banyak yang tanya kenapa kalau hubungannya datar itu bisa lanjut selama itu bahkan sampai lamaran ? LDR pula ? Apa tidak bosan ? Apa tidak begini begitu.

Saya pernah baca IG story seseorang tapi saya lupa dari siapa, kurang lebih konteksnya begini :

"Di usia 20th ketas, kamu akan sadar bahwa cinta saja tidak cukup untuk membuat sebuah hubungan berhasil. Ada banyak faktor yang penting untuk dipertimbangkan. Hal-hal seperti agama, pekerjan, jarak, pola pikir, restu keluarga, hingga gaya hidup ternyata menentukan juga bertahan atau tidaknya sebuah hubungan. Kamu bukan lagi orang yang bertahan hanya karena alasan sudah terlalu cinta, sudah dekat dengan keluarga, ataupun sudah terlalu lama menjalin sebuah hubungan."
Mungkin datar adalah bagian dari perjalanan hidup kita yang membentuk kita seperti ini, tapi ada faktor faktor lain yang membuat kita berhasil bertahan sejauh ini. Kalau ini pacarannya pas masih SMP, yang belum ada tujuan ya pastilah kandas. Untung ini udah dari awal di "set" tujuannya mau kemana.
Ehe.

Udah ah jadi berat bahasannya.

Alhamdulillah kelar juga tulisan ini, bisa-bisanya nulis gini doang seharian dari pagi sampe sore. Entah ada manfaatnya atau tidak untuk pembaca, kali ini saya berniat untuk mengabadikan salah satu momen dalam hidup ini, semoga kalian gabosen yaa sama tulisan semacam ini!.

Luv!

Comments

  1. Sedatar itukah kak leliii? :')
    Gapapa kok tapi kak asal nyaman gas aja :'D

    ReplyDelete
  2. MANIS AMAT SIH FOTONYA GEMESSSSS.

    Tadi tuh mau nanya kenapa seserahannya sebanyak itu, ternyata karena kalau akad takut gak sempat ya. Iya sih lagian hal-hal kaya gitu mah menyesuaikan aja ya. Gak usah diambil pusing. Yang pusing biasanya ortu sih, banyak mau. Eh kok curhat.

    ReplyDelete
  3. Barakallah mb. Bagus tulisannya, akan jadi referensi orang lain pastinya.

    Smg menjadi keluarga samawa ya. Aamiiin

    ~Bang Day

    ReplyDelete
  4. Samaan loh, aku jg dulu semangat bgt pas belanja barang2 buat seserahan hihihi tp Kalau aku dulu seserahan semacam itu waktu merit, waktu lamaran cuma tukar cincin & bw parcel makanan & jajanan semua.

    ReplyDelete

Post a Comment

Tanda tangan berupa ketikan komentar di perbolehkan. GRATIS! ^^

back to top