Look At Me

a blog by Laili Umdatul Khoirurosida



Perjalanan dinas pertama - ke Palembang dan Medan tahun 2015

Hardisk saya penuh, rupanya bukan karena terlalu banyak isi download-an film ataupun drama korea, melainkan karena terlalu banyak foto dan video yang saya simpan secara berurutan dalam file-file tertentu. Ketika saya menyortir mana yang perlu dihapus, mana yang perlu disimpan, tiba-tiba saya menemukan beberapa file yang seharusnya saya tulis diblog tapi ternyata malah belum saya tulis. 

Sebelum saya menghapus file-file tersebut, saya jadi ingin nostalgia ke tahun 2015 (berarti itu 5 tahun yang lalu jika dihitung dari tahun ini yaitu tahun 2020). Usia saya sekarang 24 tahun, berarti 5 tahun yang lalu saya berusia 19 tahun, tahun pertama kerja di Jakarta. 

Usia 18 tahun adalah usia dimana saya baru lulus SMK, selanjutnya saya langsung kerja merantau di Jakarta. Usia 18 tahun, banyak orang yang selalu memandang sebelah mata seperti "Anak kecil bisa apa?". Alhamdulilah, saya bisa langsung kerja. SMK ! BISA! *lah.



Original Photo by Erol Ahmed on Unsplash


Pekerjaan pertama saya setelah lulus SMK memang sedikit menantang, iya menantang karena harus bertahan meskipun lelah. Kerja yang saya kira "Enak bisa dapet gaji" ternyata tidak se-simple itu. Kerja yang saya kira berangkat jam 8 pagi - pulang jam 5 sore ternyata kenyataannya harus pulang jam 10-11-12 malam. Pertama kali kerja langsung dikasih tanggung jawab kerjain proyek yang lagi deadline, tapi beruntunglah dari situ saya jadi paham kalau kerja itu bukan cuma "Enak bisa dapet gaji", jadi sempat merasakan yang namanya berjuang.

Setahun pertama alhamdulilah bisa terlewati meskipun belum bisa ngerasain dimana enaknya dapet gaji, sempat ingin menyerah tapi ku tak bisa~. Saya nggak bisa menyerah waktu itu karena masih punya impian yaitu untuk kuliah S1 dengan hasil jerih payah saya sendiri. Sempet ada yang nyaranin untuk pindah kerja, ternyata saya juga tidak bisa serta-merta cari pekerjaan lain karena ijazah SMK dengan pengalaman kerja cetek susah banget cari kerja lainnya. 

Nah setelah tahun pertama yang berat itu terlewati dan proyekpun sudah selesai, saya dipindahkan ke divisi dan pekerjaan lain yang -alhamdulillah akhirnya- lebih santai. Waktu itu saya lebih ke arah "admin" gitulah kerjaannya, dan saya kebagian ngurusin SDM, costplan, dan report. Disini saya mulai enjoy sama kerjaan, mulai eksplor sesuatu hal yang baru. Salah satu pekerjaan saya adalah membuat rencana pengeluaran karyawan yang akan melakukan perjalanan dinas. Lama-lama saya jadi mikir, "kapan saya bisa perjalanan dinas? pengen deh sekali-kali ngerasain perjalanan dinas gitu".

Beruntungnya dikantor lagi banyak rekruitment pegawai baru diseluruh Indonesia, sehingga dibutuhkan pelatihan dan penyuluhan tentang pegawai baru (Bener nggak ya bahasanya penyuluhan?). Akhirnya, saya dikasih jatah untuk kasih penyuluhan sisi administrasi kepegawaian ke Palembang dan Medan di Bulan Maret 2015 (Waw dua kota sekaligus!).

PALEMBANG

 Gambar : peserta yang lagi pelatihan (dari sisi teknis), tentunya bukan saya yang melatih tapi ada temenku yang lainnya (sama-sama datang dari Jakarta).


Di Palembang, saya berkoordinasi dengan salah satu admin disana untuk menyiapkan lokasi/ruangan beserta costnya. Pada saat berbalas email, dia memanggil saya dengan sebutan "Bu" (tipikal orang kantoran kalau berbalas email gitu). Eh waktu ketemu dia kaget karena saya masih sangat kecil. hahaha.
"Kirain bu, ternyata masih mbak mbak.  Kelahiran berapa to?"
Aku : "96" hehehe.
"Ya Allaaah kayak adekku yang paling kecil".
Begitulah tahun tahun pertama selalu dibilang sebagai "anak kecil" dimanapun saya berada.

Oh ya, di Palembang ini saya nginep disebuah guest house syariah tapi saya lupa namanya apa. Guest house syariah ini bener-bener kayak rumah biasa, agak kecewa karena ekspektasinya kalau perjalanan dinas ya harusnya nginep di hotel ya kan (wkwk ngarep amat). Karena karyawan baru, budget untuk menginap tentu saja hanya sedikit (kalau nggak salah 250-300 rb per malam). Nah, perjalanan dinas pertama ini bikin saya mikir "oalah ternyata perjalanan dinas itu capek juga ya, nggak se-bahagia yang dipikirin, karena bisa sambil jalan jalan".

Tapi ya meskipun capek, tetep sih di-sempat-in untuk jalan-jalan malam hari ke Jembatan Ampera Palembang. Adaa aja yang nggak sesuai ekspektasi. Ya gimana, foto yang dilihat digoogle adalah foto pada saat senja tapi kami datang kesana udah malam hari jadi udah nggak keliatan apa-apa hahaa.


Atas : Ekspektasi
Bawah : Realita
Tapi gapapa, masih bagus kok ^^.

Alhamdulillah di Palembang juga sempet ngerasain pempek di warung kecil dekat kantor tempat pelatihan. Ternyata pempek di Palembang itu enak-enak ya meskipun hanya di warung kecil alias bukan pempek terkenal.

Kalau kalian ke Palembang, pempek apasih yang jadi favorit kalian?

Besok Malamnya, ada kejadian lucu ketika saya harus berangkat ke Medan.

Saya dan rekan saya sudah sampai di Bandara International Sultan Mahmud Baddarudin II kira kira pukul 19.00 (Tepat waktu karena itu adalah sejam sebelum flight). Hal mengejutkan terjadi! pada saat checkin, tanggal pada tiket adalah tanggal besok harinya. Yah! adminnya salah tanggal waktu pesen tiket (btw yang pesen tiket bukan saya sih, karena saya kan hanya perencana cost saja, eksekutornya beda lagi).

Panik, kita telfon admin Jakarta malam-malam, disuruh pesen tiket lagi dengan jadwal penerbangan besok pagi (Sementara pakai uang sendiri. Hiks). Akhirnya, malam itu kami kembali menginap di guest house palembang (tentunya cari yang lebih murah karena ini insiden yang tidak diharapkan).

Padahal hari selanjutnya seharusnya saya dan rekan saya sudah sampai di Medan karena disana akan ada pelatihan dan penyuluhan juga mulai pukul 08.00. Tapi karena kejadian salah tanggal tiket pesawat tadi yang membuat saya harus terlambat datang di Medan sampai pukul 13.00 (Ngaret banget bukan). Ya masih untung ada tiket pesawat pagi hari dari Palembang ke Medan. Kalau nggak ada, ya wassalam.


***

MEDAN


Karena ada salah pesen tiket pesawat dari Palembang ke Medan di Malam hari sebelumnya, akhirnya saya sampai medan di Siang hari selajutnya. Seharusnya sampai jam 08 Pagi eh jadinya sampai jam 2 Siang (molor banget euy!). 

Malu sih, tapi ya gimana lagi kan?




Ohya pertamakali perjalanan dinas, wajib dong foto sama pesawat? hahaa. Norak banget ya? Tapi nggak papa lah dulu foto gitu aja udah seneng banget. Di Medan ini alhamdulilah sempat juga nyobain kereta cepat bandara kualanamu, cuma setengah jam ke Medan. Bayangin kalau nggak ada kereta ini, bakal telat kayak gimana lagi coba hari itu ?. Untunglah Manager dan General Manager di Medan paham akan kendala ini, jadi mereka maklum.


pelatihan di Medan.


Aku - hari kedua waktu di Medan.

Di Medan kali ini, syukurlah akhirnya nginep hotel yang beneran hotel (bukan guest house). Karena nginepnya sendirian, asli lah waktu itu saya cupu banget karena nggak tau kalau di hotel tuh kartunya dimasukin kesini.


Pertama kali masuk hotel.. *Celingak celinguk*.
"Kok lampunya ga nyala sih?? Masa listriknya mati?? Apes banget aku".
Jadilah pertama kali check in hotel tuh gelap-gelapan. Setelah semedi beberapa jam, akhirnya saya sadar kalau kartu yang dapet dari resepsionis tadi harusnya dimasukin ke tempatnya. Hahahaa.

Yaampun norak sekali ya. Tapi gapapa, ini jadi cerita lucu buat anak cucu kelak *eh.

Lalu di Medan saya sempat diajak makan malam sama temen sambil nyobain naik bentor. Eh tapi waktu naik bentornya nggak sempet foto sih.

Yang jelas, saya kira orang Medan ini orangnya keras keras gitu ya kan karena kalau ngomong tinggi sekali nadanya. Ternyata orang Medan ini baik-baik banget loh, saya yang nggak sempat cari oleh-oleh disuruh ngelist aja butuh oleh-oleh apa, nanti dibelikan di toko bolu meranti. Hidangan waktu pelatihan juga bisa request sama kue khas medan yaitu pancake durian dan bolu meranti. Enak bangeeeeeet.



Perjalanan dinas pertama kali - belum punya koper (pake tas gratisan tupperware wkwk).

Kalau dinget-inget sih lucu ya, saya yang nggak ada basic HR dan psikologi tau tau ngurusi kepegawaian gini. SMK jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), eh kerjanya ngadmin. Tapi jujur saya nggak suka pemrograman jadi ketika kerjaan dapet kerjaan "admin" senang sekali rasanya karena keluar dari dunia coding.

Sayangnya, sekarang baru terasa kalau pekerjaan admin itu gitu-gitu aja alias kurang berkembang skillku. Jadilah sekarang rasanya gaptek lagi, sementara teman teman yang fokus didunia teknologi/IT/Coding, mereka pesat sekali perkembangannya bahkan kadang karirnya juga berkembang .

Tapi bagaimanapun, apapun pilihannya, memang keputusan itu tidak bisa disesali. Sekarang saya semenjak jadi admin, sekalian lah keluar dari dunia coding jadi ambil jurusan kuliah "Akuntansi". Akuntansi ini juga banyak kok lowongan pekerjaannya, tapi saya sekarang sudah menikah, dan karena udah capek kerja jadi belum nyari kerja dulu. Semoga nanti ilmu saya ini berguna kalau punya usaha sendiri HEHEHE doain ya.

Btw, kedepannya untuk bersih bersih hardisk, insyaallah saya bakalan banyak flashback flashback lagi semacam ini. Sambil nyicil draft posting lamaran-perisapan nikah-dan akhirnya saya nikah.
Semoga istiqomah ngeblog lagi saya nih.

Kalian ada yang kangen sama tulisan gajelasku ini nggak? hahhaa.

Comments

back to top