Look At Me

a blog by Laili Umdatul Khoirurosida



Pengalaman Cabut gigi bungsu 10 Menit di RS Jakarta (Bayar Sendiri)


Photo by Candid on Unsplash



Cabut gigi bungsu sebelah-kiri-atas ini saya lakukan Hari Rabu, tanggal 11 September 2019. di RS Jakarta dengan drg. Dimas Maharddhika, Sp.BM yang menangani. 


Awalnya saya sempat ragu karena tadinya sok kuat menahan diri untuk tidak cabut gigi sampai nanti pulang kampung ke Malang bulan November 2019. Kenapa gitu? karena saya takut biaya yang terlalu mahal jikalau harus cabut gigi apalagi sampai operasi odontektomi di Jakarta. Kalau cabut gigi sampai harus operasi, biayanya bisa sekali gaji UMR di Jakarta bahkan bisa lebih.


Tapi karena ternyata 4 hari saya tidak bisa mengunyah apapun, hanya minum air putih, minum jus, dan minum ultramilk sampai diare. Maka saya putuskan, sudahlah ini tidak bisa ditunda-tunda lagi!


Kenapa nggak pakai BPJS?
1. Karena ribet
2. Karena kalau pakai BPJS musti minta rujukan dari faskes 1, dimana faskes 1 saya itu nggak banget. Perawatan dari dokter giginya kasar  jadi trauma deh.
3. Di judul post ini (Bayar Sendiri) bukan bermaksud nyombong ya hahaha.
Ini karena RS Jakarta tidak kerjasama dengan BPJS.
4. Kantor saya nggak ada cover asuransi selain BPJS.
5. Tapi karena udah butuh banget, nggak kuat nahan sakit, jadi bayar sendiri aja deh bismillah.



Sebelum bicara lebih lanjut, gigi bungsu itu apasih ?

Gigi Geraham bungsu adalah gigi geraham yang terletak di sisi paling belakang dari rahang manusia, dan umumnya berjumlah empat buah (kiri-kanan, atas-bawah). Geraham bungsu tumbuh paling akhir dalam lengkung rahang pada usia sekitar 17-25 tahun. Gigi-gigi tersebut tidak selalu menyebabkan nyeri atau keluhan, namun bila tidak terdapat ruangan yang cukup untuk tumbuh, maka geraham bungsu akan tumbuh miring, atau tertahan oleh geraham di depannya (impaksi), dan keadaan ini dapat diketahui dari pemeriksaan oleh dokter gigi atau dari foto radiografi panoramik . - RS Jakarta


source : net.z


Kronologinya singkatnya begini.

Rabu 4 September 2019, tepat satu minggu sebelum saya memutuskan untuk mencabut gigi bungsu ini, saya mulai merasa ada yang tidak beres dengan gigi saya, dan saya sudah mulai tidak nafsu makan. Tapi karena belum seberapa sakitnya, maka saya tahan saja.

Bahkan hari Jum'at tanggal 6 September, itu saya masih bisa olahraga lari keliling GBK 5 puteran. Sehabis lari, karena energi terkuras jadi saya lanjut makan ayam sambel matah di GBK Food Festival. (Percuma lari 5 puteran ye).

Sabtu,  7 September 2019. Duh! Sakitnya makin terasa~ tapi ya hari Sabtu itu saya masih sempat-sempatnya foto session dibawah ini hahaa.



Malam sabtu setelah poto-potopun masih ada jadwal traktiran te-sate dari teman saya. Karena makanannya gratis, sakit ketika mengunyah ini saya abaikan. Sikaaat teros! Lossssss!*Hmm cumi telur asinnnya te-sate juara deh.*


Hari minggu, puncaknya nih mulai kelihatan pipi kiri saya bengkak. Dan sejak hari minggu ini fix saya mulai tidak bisa mengunyah.

Mengunyah = Menyakiti Gusi.




Sakit gigi membuat hari minggu terasa cepat sekali berlalu. Kerjaan saya hanya tiduran, minum susu ultramilk, minum jus alpukat, lalu tidur lagi. Saya iseng lihat gigi yang sakit lewat bayangan dikaca, sayangnya tidak terlihat apa-apa tuh.

Ya kan gigi bungsu letaknya diujung?  Mau dilihat sampe jungkir balikpun nggak akan kelihatan itu gigi bungsu.

Satu hal yang terlihat jelas memang ujung gusi saya berdarah.
Huaa. Bener nih kayaknya.
Gigi saya ngunyah gusi bawah ujung.

Muncul inisiatif, saya bongkar dokumen lama untuk mencari foto ronsen panoramik gigi saya tahun 2015. Tiba-tiba teringat perkataan dokter gigi saya yang kira kira begini,

"Leli, geraham bawah sebelah kiri ini sudah ada yang pernah dicabut. Harusnya waktu itu langsung dipasang gigi palsu, supaya gigi geraham sebelahnya nggak geser. Nah ini gigi bungsu yang atas mulai tumbuh, karena gigi geraham yang bawah mulai geser jadi gigi bungsu atas ini nggak ada lawannya, nanti lama-lama gigi geraham atas bakalan turun. Endingya, kalau kamu ngunyah, pasti gusi ujung kamu bakalan luka. Cabut aja ~ nanti lama-lama ini sakit loh kalo kena gusi."
Paling gasuka nih di Ramal sama dokter gigi begini. Ramalannya suka bener.

Lalu tanya spontan deh saya waktu itu, "Harganya berapa dok kalau harus dicabut?"

Yaa 3 Juta maksimal kalau rumit harus sobek gusi (odontektomi), kalau cabut gigi biasa sih 1,1 Juta lel. Ini gigi geraham kamu masih ada yang ketutup gusi, nanti kita tunggu kalau sudah sempurna aja tumbuhnya. 
Ya tentunya dokternya ngomongnya tidak se-menyebalkan percakapan diatas sih. Tapi karena aku ingetnya intinya gitu, ya jadi kutulis gitu aja dong.



2015 ditawarin cabut gigi. waktu tau harganya,
"tidak dulu, terimakasih dok".
2019 pas udah kerasa sakit banget, udah tau harganya ?
"Sikat dok. yang penting saya bisa makan ayam ijo lagi. Huhuhu."

Lanjut, hari senin saya tidak masuk kerja karena makin lemas dan pipi masih bengkak. Saya tau saya tidak akan bisa ke dokter gigi, karena mangap saja susah. Alih-alih ke dokter gigi, saya malah browsing dimana tempat cabut gigi yang cepat, murah dan bagus *huh banyak maunya.


Ohya sambil nyari nyari referensi cabut gigi bungsu ini, saya melakukan pertolongan pertama kepada saya sendiri karena luka diujung gusi yang perih ini rupanya jadi sariawan. Apotek Tomang Raya, memberikan saya resep obat oles sariawan "KENALOG in orabase triamcinolone acetonide" yang katanya aman dan its ok kalau tertelan (karena gusi saya yang luka ini ada diujung dekat tenggorokan). Pakai obat oles sariawannya setelah kumur-kumur dengan betadine obat kumur yang warna biru.


Kebetulan ada 2 teman saya yang sempat cerita kalau mereka pernah operasi gigi bungsu. Satunya karena impaksi, yang satunya karena sering ada makanan nyangkut digigi bungsu itu. Setelah saya wawancara, dua-duanya menyarankan untuk ke RS Jakarta. Teman saya yang satu menyarankan untuk reservasi di RS Jakarta sama seperti dokter yang pernah diceritakan teman blogger satu ini.  ternyata itu dokter hits dan kalau mau reservasi H-1 minggu. Sedangkan teman saya yang lainnya menyarankan reservasi cabut gigi ke drg. Dimas Maharddhika, Sp.BM saja di RS Jakarta.



Ruang Tunggu Dental Clinic RS Jakarta


Alhamdulillah drg. Dimas Maharddhika, Sp.BM masih ada slot dihari Rabu, 11 September pukul 19.00 - 21.00. Saya langsung buat appointment lewat telfon Informasi pendaftaran RS Jakarta 021-5732241. Sayangnya, kita tidak bisa mendapatkan nomor antrian pada saat telfon, melainkan siapa yang datang duluan ditempat nanti, dialah yang akan mendapatkan urutan pertama.



(bukan saya)

Pada saat datang pukul 18.00, saya mendapatkan nomor antrian ke 6.

Sambil menunggu, saya diminta untuk mengisi data diri kemudian cek tekanan darah. Infonya kalau tekanan darahnya terlalu tinggi, maka proses tindakan cabut gigi/ operasi harus ditunda. Untungnya tekanan darah saya lumayan, lumayan rendah. Susternya juga menanyakan ke kita apakah ada riwayat alergi obat?

Dan yang paling penting : susternya akan minta foto ronsen panoramic terbaru jika ingin langsung tindakan.

Untunglah paginya, saya sempat inisiatif foto ronsen panoramik di lab Biomedika Ciujung. Saya coba ke lab prodia, ternyata harus ada rujukan dokter gigi. Coba ke lab pramita pun begitu, harus ada rujukan dokter gigi. Akhirnya hanya lab biomedika saja yang mau melakukan foto ronsen panoramik tanpa rujukan dokter gigi.

Ohya, karena saya masih antrian ke 6, saya sempat keluar RS sebentar untuk mencari penjual Bubur Ayam. Pucuk dicinta ulam pun tiba, ternyata ada yang jualan bubur Ayam. Saya pesan satu mangkok untuk mengganjal perut  (antisipasi aturan tidak boleh makan apa-apa setelah cabut gigi).


*PUKUL 19.40*

Saya dipanggil kedalam ruangan. Drg Dimas rupanya sudah membaca hasil ronsen panoramic yang tadi sudah kuserahkan kepada suster. Kami hanya terlibat obrolan kecil yang terjadi seperti lumrahnya bagaimana kalau dokter dengan pasien gitu lah.

Apa keluhannya? Sakitnya gimana?

Saya menjelaskan bahwa saya sudah 4 hari tidak bisa mengunyah, karena setiap kali mengunyah saya sadar bahwa saya sedang melakukan kejahatan terhadap diri saya sendiri. Setiap mengunyah,  gusi saya tergigit dan sakit sekali rasanya.

Kesimpulan drg Dimas "Oiya, itu memang harus dicabut, saya ambil aja ya giginya mbak. Kalau dibiarkan begitu, sampe 2 bulan lagi mbak juga nggak bakal bisa makan karena gusinya akan selalu tergigit".  

Setelah  kurang lebih 5 menit percakapan itu terjadi, saya segera diarahkan untuk duduk didental chair.

Selanjutnya saat Drg Dimas sempat mulai mengecek kondisi gusi dan gigi saya, belau berkata

"Ya Allah mba, ini udah berap hari kayak gini? Gusinya sampe sobek gitu Astaghfirullahaladziim. Ini saya cabut aja ya mbak, giginya ini.".


Aku cuma bisa "eheee, silahkan dok".

Lanjut basa-basi sedikit nanya tentang kerjaan, dan lain-lain sambil pelan-pelan beliau ternyata sudah mulai melakukan tindakan.

*asli ini prosesnya cepet banget*

Drg dimas semprotkan cairan *nggak tau apa* ke gusiku yang bengkak dan jadi sariawan. Tapi setelah disemprot cairan itu, gusi saya tiba tiba kebas tidak berasa. Apa iya itu bius semprot? hahaha entahlah.

Selanjutnya Drg dimas menyuntikkan cairan bius ke Gusi (ini agak sakit sedikit). Beliau ini selalu berdoa tiap kali melakukan tindakan, jadi bikin adem doanya tuh pakai bahasa arab gitu.

Setelah obat biusnya sudah mulai bekerja, pipi saya mulai dingin, kebas,  dan tidak terasa apa apa.  Saya pun merasa kedinginan, atau emang AC diruangan Drg. Dimas itu dingin? Jujur waktu itu saya menggigil, berharap ada yang kasih selimut kaki saya. Dingin banget, tapi Drg. Dimas udah mulai mencabut gigi saya.

Agak sedikit kesusahan karena gigi bungsu kiri-atas saya cukup kuat bertengger di Gusi, ternyata gaada 10 menit, semuanya sudah selesai.  Drg dimas rupanya sudah sekuat tenaga mencabut gigi geraham saya yang sehat-sehat saja itu, alhamdulillah saya ga kerasa apa-apa (cuma kedinginan, menggigil).

Setelah selesai dan saya mulai menggigit kapas, saya bertanya sekali lagi.

"Ini udah dok?"
"Lha iya udah, apa giginya ada yang mau dicabut lagi? mau dibawa pulang?"
"Enggak dok, buat apa" hahaha


Sayapun keluar dari ruangan Drg. Dimas dengan membawa spare-part kapas gigit 3 buah plus 1 note penting untuk yang habis operasi/cabut gigi bungsu.


ANJURAN PASCA OPERASI /  CABUT GIGI
1. Gigit tampon / kapas selama 1 jam
2. Tidak boleh berkumur - kumur selama 1 hari
3. Tidak boleh meraba - raba bekas luka pencabutan dengan lidah / tangan
4. Tidak boleh menghisap - hisap luka bekas pencabutan
5. Tidak boleh makan  / minum panas
6. Tidak boleh merokok selama 1 hari
7. Gunakan bagian / rahang (yang tidak dilakukan pencabutan) untuk makan
8. Bila masih berdarah, gigit tampon / kapas kembali
9. Bila pendarahan masih berlanjut, hubungi dokter gigi

*PUKUL 20.00*

Diluar, saya sudah tidak kedinginan. Ternyata memang AC diruang Drg. Dimas itu dingin banget sampe bikin saya menggigil.  Setelah semuanya selesai, saya kembali menunggu untuk antrian kasir dan obat.





Sambil menunggu antrian, saya awalnya bolak-balik ke toilet RS untuk membuang ludah yang bercampur darah setelah cabut gigi. Tapi saya capek bolak-balik toilet RS, jadilah darah dari cabut gigi tadi saya telan saja. (ya mau gimana lagi, jorok sih tapi yaudah lah darah sendiri ini).
Setelah baca-baca google, emang kalau keseringan membuang yang ada sembuhnya malah lama. (Lukanya akan semakin lama mengering).

Yang paling melegakan adalah, kwitansi saya cuma Rp. 1.195.000,00 itu artinya saya HANYA cabut gigi, bukan operasi. Syukurlah gigi geraham saya itu memang sudah tumbuh sempurna (tidak ada yang tertutup gusi). Kalau sampai masih ada yang tertutup gusi, pasti tadi perlu operasi / bedah gusi.

Sejujurnya waktu di ruang Drg. Dimas tadi saya sengaja tidak bertanya perihal 

"Dok ini operasi atau cabut gigi?"

karena dokternya dari awal bilang "Cabut gigi". Semoga beneran cuma cabut gigi, ga perlu tindakan operasi sobek-sobek gusi.




Sebetulnya susternya tadi udah sempet nanya sama aku waktu cek tekanan darah.

"Mbak, yakin mau tindakan hari ini? Sudah tau info harga tindakan disini mba?
Kalau untuk cabut gigi maksimal 1,8 Jt. Kalau untuk operasi cabut gigi bisa sampai 4,8 Jt ya".

*gemeter*

eh pas billnya keluar

*Untuuung cabut gigi doang bukan operasi*.


Done !

Setelah gigi bungsu kiri-atas dicabut, perlahan-lahan luka digusi saya membaik karena sudah tidak tergigit-gigit lagi. Dan waktu recoverynya pun cukup cepat. Hari Rabu saya cabut gigi, hari Sabtu saya sudah traveling ke Semarang dan makan enak-enak. Syukurlah! kalau saya belum cabut gigi, pasti di Semarang krik-krik banget nggak bisa makan gule bustaman. haha

Terimakasih kepada calon suamik yang berhasil menguatkan saya dengan cara "Udah cabut gigi sana pakai uangku dulu". Hahaha.


Summary :
Cabut gigi bungsu di RS Jakarta dengan drg. Dimas Maharddhika, Sp.BM
Harga Cabut gigi : Rp. 1.195.000,-.

Harga ronsen panoramik di Lab Biomedika Ciujung Rp. 240.000,-
(pelayanan lab biomedika Ciujung ini cepet banget lho).

Semoga curhatan diatas bermanfaat yaa. 

Jangan lupa untuk jaga selalu kesehatan gigi, karena kalau sampe gigi rusak, biayanya itu mahal. Meskipun begitu, jangan lupa cek berkala ke dokter gigi 6 bulan sekali ya !  :)

Comments

  1. Aku juga berencana mau cabut sisa gigi bungsu sebelah kanan ku Lel. Tapi kayaknya bakalan kena mahal, karena harus bedah. Huhu. Miris kalo mikirin harganya yak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hooo giginya ada yang masih ketutup gusi ya ?

      Iya kak sama. Ini aku baru urus yang sebelah kiri.
      Sebelah kanan dua-duanya atas-bawah kayaknya nanti musti cabut juga karena tempat rahangnya udah ga cukup. Udah 5 tahun gigi bungsus kanan atas-bawah mulai muncul, tapi masih didalem gusi juga. Alias ya... ga cukup lagi tempatnya

      Delete
  2. Jelas termasuk mahal, itu rumah sakit elite. Tapi karena dokternya tepercaya dan fasilitasnya oke, sepadanlah dengan harga.

    Seingat saya sih cabut gigi biasa itu 200-400 ribu tergantung tingkat kesulitan. Kalau geraham bungsu 500-700 ribu. Soal operasi, saya lupa. Saya juga lupa ini ngecek harganya di klinik gigi sebelah mana. Alhamdulillah sekarang udah tidak ada masalah dengan gigi. Semoga sampai seterusnya gigi ini juga bisa baik-baik saja. Aamiin.

    Mantaplah, Da. Pakai uang si calon dulu. Enggak usah pusing. Yuhuuu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Itu mahal ya yog?
      aku malah ngerasa untunglah ga sampe operasi yang sampe 4jt.

      Iya kalau cabut gigi biasa segitu. Geraham memang khususon karena butuh tenanga lebih kali ya.
      Wkwkwk .

      Delete
  3. Uwaw sekali harganya, udah kayak harga tiket Garuda Dps-Kno, wkwk..
    Btw, jangan lupa ganti uangnya calon paksu loh Lel, soalnya beliau bilang "pake dulu", hihihii..

    ReplyDelete
  4. Perihal gigi ini emang ngerepotin ya, emang sih segala penyakit yg nempel di tubuh itu kadang bikin ngeselin.

    Berkat tulisan ini jadi tau sedikit tentang masalah gigi, terus inget gigi paling belakang (gigi bungsu, kan?) itu udah bolong lama dan kayaknya gusinya udah robek (inget pernah sakit gak sampe gak bisa makan, tapi didiemin ha ha)

    * Harus ngumpulin duit buat cabut gigi deh kayanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa gigi ini ngerepotin wkwk. Dan mahal pula.

      Iyaa jangan lupa periksa gigi 6 bulan sekali ! hihi

      Delete
  5. Aku kalau ke dokter gigi carinya dokter gigi & ahli bedah mulut, kalau cuma dokter gigi aja entah kenapa ditindaknya selalu sakit ><

    Tapi sampe sekarang sih ga ada keluhan untuk gigi bungsu graham ini, alhamdulillah aman, mudah2an selalu aman hahaha. Seperti kantongmu, aman bukan setelah dari dokter? Wkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya aman karena bukan pakai uang sendiri wkwkwkwk.

      sial.

      Tapi ya doain ya nanti aku bisa dapet rejeki buat ganti wkwkwkkw.

      Akhir akhir ini aku sering bikin judul click bait ya.

      Delete
  6. Wahhh gak kebayang gimana sakitnya gusi mba waktu itu..

    ReplyDelete
  7. Hooo pas bagian cepet cuma 10 menit dan menggigil mikir: "Wah, ini kok cepet banget? Apa karena make sesuatu gitu?" soalnya baca di tempat lain ada yang sampe 1 jam gitu. Oalaah ternyata baru sadar kalo ini cabut, kalo yang gue baca 1 jam itu operasi.

    Untung juga sih jadi harganya muraaah. Huheehhe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa wkwkw kok cepet banget. Karena ternyata cuma cabut gigi.

      Tapi kadang emang gerahan itu susah sih, karena kuat banget.

      Delete
  8. tidakkkk mahal juga ya 1juta lebih wkwkwk sebagai2 emak2 maka kuputuskan bersabar dengan prosedur BPJS mba wkwkwk salam kenal mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhaaha iya mba kalo lagi nggak sakit banget, kayanya aku bakalan memilih jalur BPJS

      Sayangnya udah gabisa ditunda lagi sakitnya banget banget.

      Delete
  9. Sepertinya ada harga ada fasilitas ya, mbak. Kalau suami saya dulu gratis karena BPJS. Tapi memang gigi bungsu ini harus cepat dicabut. Sama kayak cerita mbak, suami saya menderita banget. Saya yang lihatnya aja kasian. Syukurlah semua sudah berlalu ya. Semoga diberikan rezeki yang banyak pengganti uang cabut gigi itu, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba kalau kemarin masih bisa ditahan sih, inginnya urus pakai BPJS. Tapi sayangnya sudah tak tahan lagi.

      Iya mba syukurlah sudah lewat. Amiin makasih mba doanyaaa ^^

      Delete
  10. judul yang dalam kurung kok kayak merajuk mba :)

    Semoga cepet sembuh dan segera bisa makan ayam sambel ijo ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhaa iya mas Bayar sendiri maksudnya karena nggak pakai BPJS. Supaya nanti nggak ada yang tanya, apakah RS jakarta bisa pakai BPJS ? gituu

      Delete
    2. Kirain kesel karna harus biaya sendiri. Soale pengalaman dipuskesmas aja sudah cukup baik fasilitas ut pengobatan gigi.

      Delete
  11. Gigi bungsu emang lumayan nyebelin sih, soalnya saya pas tumbuhnya gigi bungsu aja udah sakit pas giginya nembusin gusi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa aku pernah tuh tumbuh gigi sampe demam hahaha kyak anak kecil aja

      Delete
  12. Itu bila tindakan operasi gigi bisa sampai hampir 5 juta ya, Mbak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. 5 kali tindakan bisa berangkat umroh n_n.
      klo sakit kyak gini memang bukan main. sampek sakit seluruh badan

      Delete
  13. Maaf kuketawa tadi di ilustrasi gigi bungsu yang nyender hahaha.
    .
    Endingnya ya ampun so sweet di kalimat "Udah cabut gigi sana pake uangku dulu." Hahaha
    Terbayang-bayang perkataan dokter yang sampe dua bulan lagi dibiarin bakal tetep ga bisa makan hiks. Ngeri ...
    .
    Itu foto setelah lari, sebelum gak bisa ngunyah berhari-hari sungguh cantik sekali :))
    .
    Aku pernah cabut gigi juga karena terpaksa. Waktu curhat ke dokter umum sering sakit di area dada sampai rahang. Katanya mungkin dari satu gigiku yang sedikit keropos. Akhirnya ya lanjut cabut gigi. Pas dicabut gak kerasa, kerasanya pas gigit tampon sampai ke kostan cenat cenut. Darahnya banyak yang tertelan. Asin huehehe. Waktu itu tahun 2012 an sih biayanya ratusan ribu di salah satu Puskesmas yang lengkap kaya rumah sakit dan pelayanannya oke di Bandung. Kebantu Asuransi Kesehatan dari Mama jadinya lebih murah. Tapi setuju deh lebih baik mencegah dari mencabut gigi apalagi sampai operasi. Biayanya ampun deh. Tak tahan melihat bill di atas ...
    .
    Syukurlah recoverynya cepet ya bisa lanjut travelling dan makan gule di Semarang. Kamu luar biasa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa ilustrasi gigi nyender is the best

      Seandainya aku punya asuransi, sekarang baru sadar aja kalau asuransi ternyata penting . Huhuhu
      Karena ga kuat aku akhirnya cabut gigi sendiri aja deh ga pake urus urus bpjs atau asuransi

      Delete
  14. wew sama bangeett mba.. aku juga baru bulan lalu operasi gigi. kalo aku yg kanan bawah. sama pula gak pake bpjs krn ku males ngurusnya, ribet. huhu..

    btw aku juga rontgen nya di biomedika. sama bgt si ini mba nya. hahaha..

    tapi aku agak mahal biayanya nyaris 3 juta. terus pas cabut benang juga bayar lagi. ya jadi total 3 juta lebih lah sama rontgen. hiks mahal yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa cepet banget sih emang ronsen dibiomedika.

      Berarti kaka operasi ya, iya emang rada mahal. Kalau operasi ada proses lepas jahitan juga setelah seminggu atau dua minggu kemudian.

      Kalau aku ternyata giginya sudah tumbuh, jadi gaada yang ketutup gusi.. syukurlah tinggal cabut aja gapakai operasi.

      Delete
  15. Di kantor ada klinik dokter gigi, tapi masih mikir-mikir buat periksa gigi. :D

    ReplyDelete
  16. Kok ada ihiw2.. calon suamik.
    Alhamdulillah bisa senyum dan ngunyah lagi yaa.
    Iyaaa harganya warbiasyak utk gigiii. Pindah kantor yg cover asuransi swasta #eh
    Kamu sehat2 yaa, aku baru mampiiir lagii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa calon suamikk. Alhamdulillah wkwkwk

      Iya nih kayaknya mau pindah kantor aja *emang mau resign sih hahaa

      Makasih ka ucig doanya ^^

      Delete
  17. wahh jadi takut nih, harus persiapan untuk biayanya nihhh, biar bisa kayak kakak #PAKAIUANGSENDIRI hehehe..
    btw angan lupa mampir ya kak ke blog aku AORLIN(.)com "salam kenal mbak :)

    ReplyDelete
  18. Samaaakk. Aku juga punya gigi bungsu bawah yg lg tumbuh, kadang sakit, kadang enggak. Ke dokter gigi katanya gigiku tumbuh normal jd ga perlu dicabut atau operasi, tp kl pas lg sakit gusinya berasa kegigit. Ntap tuh cm 10 menit beres ya

    ReplyDelete
  19. Waduh jadi kebawa ngilu2 nih huhuhu mahal juga ya cabut gigi doang ingin cry lihat harganya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa. Itu mending kak karena gigiku yang dicabut udah beneran tumbuh ga ketutup gusi.
      masih ada 2 gigi lagi yang masih ketutup gusi, dan kalau sewaktu2 sakit berarti harus dicabut.

      Harus menabuung untuk mempersiapkan bedah gigi kalo sampe yang itu kambuh.

      Delete
  20. Lumayan mahal juga ya biayanya untuk cabut gigi apalagi kalau operasi. Duhh tapi yang penting kondisi giginya udah baikan ya.

    ReplyDelete
  21. ya ampuuuuun mbaaaa, baca ini aku lgs merinding, cenat cenut, keinget zaman sekolah dr kls 3 Sd sampe 1 smu, aju udh hrs berhadapan dgn dokter gigi hahahaha. trauma banget deh ah.... krn gigiku berantakan, tumoang tindih, renggang bagian depan plus maju pula. jd rapiinnya lama. gigi yg saling tumpang tindih hrs dicabut dulu. dan itu ada bbrpa. ampuuuun msh keinget suntikannya yg guede trus rasa sakit pas bius ilang hahahaha. setelah gigi2 yg ga perlu dicabutin baru deh behel dipasang. udah cukuplah penderitaan wkt itu. makanya aku lgs rajin merawat gigi drpd hrs ngerasain sakit suntikan dan dicabut hahaha.. itu bener2 keingeeett banget ampe skr. makanya ngilu baca proses cabut gigimu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hwaaa behelan ya mba?
      Sejujurnya aku juga pengen behelan, kbetulan gigiku udah ompong dan agak maju hahaa.
      pengen behelan supaya lebih rapi, gigi ompong ternyata bikin gigi gigi lain bergeser.

      Sekarang giginya udah rapih mbaa?
      Iya perawatan gigi itu penting banget, kalo udah urusan sama dokter gigi itu menderita banget rasanya. Baik fisik maupun dompet hahaha

      Delete
  22. Masalah gigi bungsu kok aku ga ada sakit ya, artinya gigi bungsuku mungkin tumbuh di tempat semestinya kali y, soalnya aku banyak nemuin temen lel yg kyk dirimu, gigi bungsu musti berakhir di meja bedah

    Paling aku tu masalah klasik cuma gigi bolong rompal beberapa kali, itupun ga sampai cabut, cuma mahkotanya aja yg tinggal setengah hiks...

    Dan yak muahalnya yakaaan biaya op gigi di rs jekardah huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamaat mbaa karena gigi bungsunya tumbuh normal2 aja.
      Hihihi

      Kalau gigi bolong beda lagi, itu jg sakit sih apalagi kalau udah sampe nyentuh syarafi gigi. perawatannya ribet jg tuh PSA (Perawatan Saluran Akar). Dan aku jg pernah sih.

      Kalau mahkota tinggal setengah, samaa aku jg lagi gitu. Ada gigi yang pecah karena gigi gerahamku pada dorong gigi gigi yang lainnya.

      Delete
  23. Agak ngeri juga bayanginnya mba hehehe, sayaa lupa terahir tuh kapan cabut gigi dan alhamdulillah kalo soal gigi bagi saya penting banget, jadi ya lumayan di perhatiin lah heheehe.

    ReplyDelete
  24. keren... masih nyimpen dokumentasi ronsen gigi tahun 2015...
    biaya cabut gigi memang tergantung kesulitannya..
    saya sendiri sempat cabut gigi habis 12 juta di struknya. untung pake BPJS jadi free

    ReplyDelete
  25. Alhamdu;illah, udah bisa makan ayam ijo lagi Lel? :D

    ReplyDelete
  26. Halo mbak Rosida cantik :) Wah...emang deh masalah sakit gigi atau cabut atau tambal dan sebagainya itu krusial bangeeed... AKu pun pernah cabut gigi yang susah tapi geraham yang rusak dan busuk. Susah diambilnya jadi kayak bedah mulut gitu. Eman2 deh harga cabut gigi zaman now dan ronsesn gigi itu emang jajannya buanyaaak haha. Makanya penting banget menjaga kesehatan gigi dan mulut ya mbak. TFS :D

    ReplyDelete
  27. Aku banget ini lel saat ini huhuhw, ada 3 PR gigi yg musti di cabut, satu kayaknya fix harus beda mulut karena itu kayak gigi sisa tp ga ku tuntaskan akhirnya ketimbun gusi gitu deh...

    Udah dapat dokternya eh keder jadi ga brgkt2, sampe dokternya kuliah lagi ke jepang pdhl tu dokter baik bgt.

    Skrg lagi sering2nya kambuh. Pas nulis ini aja abis minum pain killer (haduh busuy macam apa akutuh). Tapi kadang kalo pas sakitnya datang tak tertahankan ga kuat lagi :')

    Doakan ya, semoga cepat nemu dokter baru yg pas di hati, terus ndang berani dan..... billnya ga serem-serem banget

    ReplyDelete

Post a Comment

Tanda tangan berupa ketikan komentar di perbolehkan. GRATIS! ^^

back to top